Dumai-lingkaranistana.id 27 Juli 2026 – Forum Pembauran Kebangsaan – Lembaga Kerukunan Keluarga Masyarakat Dumai (FPK-LKKMD) bersama seluruh 17 kesukuan dan paguyuban yang bernaung di bawahnya menyatakan dukungan bulat terhadap percepatan pembentukan serta pemekaran provinsi baru di kawasan Pesisir Riau. Langkah ini diambil sebagai wujud semangat mewujudkan kemandirian daerah dan mempercepat peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Garis wilayah yang membentang sepanjang pesisir Selat Melaka dipandang sebagai mercusuar potensi besar yang akan menjadi landasan pertumbuhan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera. Keberagaman etnis serta kekayaan adat budaya masyarakat Dumai akan menjadi daya tarik unggulan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, apabila didukung dengan penataan tata ruang destinasi wisata yang terencana, rapi, dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus akan membuka sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang stabil dan berkelanjutan bagi Kota Dumai.
Pembentukan provinsi baru di sepanjang kawasan pesisir ini dinilai sangat mendesak untuk memangkas rantai birokrasi yang selama ini terasa panjang hingga ke pemerintah pusat. Dengan jarak pelayanan pemerintahan yang lebih dekat dan terjangkau, perbaikan fasilitas umum, pembangunan infrastruktur, serta optimalisasi potensi ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak nyata dalam waktu singkat.
Dukungan ini juga didasari pada sejumlah kajian akademis yang telah dilakukan para tokoh intelektual daerah. Salah satunya disampaikan oleh Prof. Dr. H.M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri serta pemilik Institut Agama Islam Tafiquh Fiddin (IAITF). Beliau telah menerbitkan buku berjudul Kajian Akademis Daerah Otonomi Baru Provinsi Riau Pesisir, yang menjadi landasan pemikiran mendalam bagi percepatan kemajuan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.
Ketua Umum FPK-LKKMD yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Kerukunan Melayu Bersatu Dumai (KMBD), Chandra Abdul Gani atau yang akrab disapa Ichan Ag, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan ini.
“Kami bersama seluruh kesukuan, paguyuban, dan masyarakat berkomitmen penuh berjuang bersama Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM., MARS. Seluruh elemen yang ada siap menyatukan langkah dan membubuhkan tanda tangan sebagai bukti dukungan nyata agar cita-cita ini segera terwujud,” ujar Ichan Ag.
Ia menambahkan, langkah strategis harus segera diambil mengingat tenggat waktu yang tersedia semakin terbatas. Seluruh komponen masyarakat perlu dilibatkan secara luas untuk menyumbangkan gagasan dan pemikiran kreatif demi mendorong percepatan proses pembentukan provinsi baru ini.
“Dumai sudah tercatat dalam sejarah perjuangan, mulai dari perjuangan menjadikan Dumai sebagai Kota, hingga perjuangan memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Kini, kita harus melanjutkan sejarah itu untuk mewujudkan Provinsi Pesisir Riau, terlepas di mana nantinya ibukota provinsi akan ditetapkan,” tegasnya.
Perjuangan ini bukan sekadar soal batas administrasi, melainkan upaya bersama untuk menjamin hak masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintahan yang lebih baik, pemerataan pembangunan, serta kemandirian ekonomi yang merata bagi seluruh rakyat di kawasan Pesisir Riau.
Irham/MBS
Informasi:
Sekretariat FPK-LKKMD & KMBD
Kota Dumai, Provinsi Riau










