PT SLR Selesaikan Pembangunan Jalan Nasional, Pengguna Jalan Bisa Melintas Dengan Aman

Lahat, Lingkaranistana.id   PT Servo Lintas Raya (SLR) melakukan pembangunan jalan nasional yang bertepatan pada  jalur crossing PT SLR KM 180 Desa Tanjung Jambu, Merapi Timur. Kini pembangunan tersebut telah diselesaikan dengan baik dan telah dimanfaatkan kembali oleh pengguna jalan yang melintas terutama masyarakat setempat.

Pembangunan jalan nasional sepanjang 90 meter dengan lebar 11 meter serta memakan waktu hingga satu bulan ini menggunakan langsung dana dari PT Servo Lintas Raya itu sendiri.

Dilokasi, salah satu warga setempat, mang Firdaus menyampaikan bahwa pembangunan jalan yang dilakukan tersebut diakuinya sangat berat, karena memakai beton rigid jenis FS, dengan umur beton 24 jam sudah bisa dilintasi.

Kendati demikian, lanjut mang daus, karena medan yang tidak mungkin dilaksanakan sekali kerja juga dengan arus lalu lintas yang padat, maka dilakukan bertahap dengan cara buka tutup arus lalu lintas, dimana sebelum pihak kontraktor pelaksana PT Arief Luthfi Sriwijaya melakukan pelaksanaan terlebih dahulu dilakukan uji coba buka tutup jalan yang di arahkan oleh pihak terkait yakni pihak kepolisian dan dishub.

“Kalau dak salah uji coba itu selama 3 hari kerja, yang melibatkan unsur aparat yang terkait, juga para pemuda desa yang ditugaskan menjadi petugas buka tutup jalan,” terang mang Firdaus yang akrab disapa mang daus tersebut.

 

Dilanjutkannya, setelah jalan dengan cara buka tutup lancar, pihak kontraktor mulai merekrut para pekerja semi terlatih untuk bergabung sebagai pekerja harian termasuk dirinya.

 

Diceritakan mang daus bahwa, dalam pelaksanaan karena memakai beton tingkat tinggi itu, dirinya bersama pekerja mulai bekerja, dari sore hari hingga dini hari.

 

“Kami bekerja bisa selesainya hampir subuh bahkan sudah lewat subuh, untuk mengatur kendaraan yang melintas, pemuda- pemuda daerah bergantian menjaga, seluruh pekerja hampir 100% warga dusun kami, selama pelaksanaan alhamdulillah lancar-lancar dan tidak ada kejadian laka lantas atau sejenisnya,” lanjut nya.

Disinggung mengenai upah, mang daus menceritakan bahwa pekerja tetap lancar dari segala urusan dengan pihak kontraktor.

 

“Kami semua senanglah bisa bekerja dan mendapat upah yang sesuai, terbantu jugalah ekonomi keluarga kami, dan saat setelah pekerjaan selesai, beberapa hari yang lalu memang ada dilakukan pengambilan sample beton akhir dengan cara core drill, itu dilakukan untuk menguji apakah beton yang di kerjakan itu sudah sesuai mutunya, agar pembangunan itu bisa bertahan lama,” jelasnya.

 

Tak sampai disitu, pada saat pengambilan sample itu dirinya pun ada disana dan pelaksanaan pengambilan sample pun berjalan lancar.

 

“Setahu saya sample itu langsung di bawa ke Palembang untuk di uji di laboratorium, kalau hasilnya bagus dan sesuai, kami berharap jalan itu semoga kuat dan bisa bertahan lama,” tandasnya.

 

Diakhir pembicaraan, mang daus menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT SLR yang telah peduli kepada jalan lintas tersebut.

 

Herly

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *