Dugaan Pungli Rp1 Juta per Peserta, Noda Keberangkatan 24 Anggota Kontingen Jamnas Kwarcab Tebo

TEBO – Keberangkatan kontingen Pramuka dari Kabupaten Tebo yang berjumlah sekitar 24 orang + dari pembimbing untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) mendadak diterpa isu tak sedap. Langkah para peserta yang membawa nama daerah tersebut diduga dinodai oleh praktik pungutan biaya sebesar Rp1 juta per orang yang ditarik oleh panitia daerah Kwarcab Tebo.

​Persoalan ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Penggalangan dana mandiri dengan membebankan biaya kepada peserta dinilai sangat miris. Pada perhelatan tingkat nasional seperti Jamnas, siswa atau santri terpilih yang menjadi utusan daerah seharusnya mendapatkan fasilitas penuh serta pembekalan uang saku dari pemerintah daerah maupun pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab).

​Secara mekanisme, peserta Jamnas merupakan anggota Pramuka Penggalang terbaik (usia 11–15 tahun) hasil seleksi ketat di tingkat sekolah (SMP/MTs) dan Kwartir Ranting (Kwarran) kecamatan. Mereka yang lolos seleksi digabungkan dalam Regu Putra dan Putri untuk mewakili Kontingen Kwarcab Kabupaten Tebo secara resmi.

​Dugaan pungutan ini mencoreng proses pelepasan kontingen yang idealnya menjadi momen kebanggaan daerah. Dan awak media LI mendapat infomasi dari beberapa orang tua siswa yg berangkt .

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Tebo maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dasar penarikan dana Rp1 juta per peserta tersebut.( Hi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *