Menurut Antika, kebersamaan tersebut tidak berarti menjadikan 16 SMK memiliki pola yang sama.

 

Kota metro Lingkaran istana id.Setiap sekolah tetap memiliki karakter, identitas, dan keunggulannya masing-masing.

“Kami percaya bahwa sekolah yang kuat tidak harus membuat sekolah lain menjadi lemah. Kalau seluruh SMK swasta di Kota Metro semakin baik, maka yang mendapatkan manfaat bukan hanya sekolah, tetapi juga peserta didik, orang tua, dunia usaha, dan pada akhirnya Kota Metro sendiri,” katanya.

Menguatkan sinergi dengan pemerintah Audiensi dengan Wali Kota Metro menjadi salah satu langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih erat antara FKKS dan pemerintah daerah.

Antika mengatakan, SMK swasta ingin menempatkan diri sebagai bagian dari kekuatan pendidikan Kota Metro sekaligus mitra pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah yang dibutuhkan tidak semata-mata berupa bantuan, tetapi juga sinergi dan fasilitasi.

Salah satu yang diharapkan adalah terbukanya ruang komunikasi antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri di Kota Metro dan sekitarnya.

Selain itu, potensi SMK diharapkan dapat dilibatkan dalam program pembangunan daerah, pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, serta peningkatan kompetensi generasi muda.

“Kami tidak ingin sekadar menjadi penerima kebijakan. Kami ingin menjadi mitra yang ikut memberikan kontribusi,” tegas Antika. Tidak Berhenti pada Forum Antika menekankan bahwa FKKS tidak boleh berhenti sebagai wadah rapat dan diskusi.

Setelah kebersamaan terbentuk, forum harus menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan peserta didik.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan persoalan dan potensi 16 SMK swasta di Kota Metro.

Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kekuatan masing-masing sekolah, berbagai persoalan yang masih dihadapi, serta bidang yang dapat dikerjakan secara bersama.

Sejumlah agenda yang didorong antara lain berbagi praktik baik antarsekolah dalam pembelajaran dan manajemen, pengembangan kompetensi guru, peningkatan pelayanan peserta didik, serta penguatan jejaring dengan dunia industri.

FKKS juga dapat mendorong kegiatan bersama bagi siswa berupa pelatihan kompetensi, seminar, lomba, pameran karya, kewirausahaan, hingga berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.

Tidak kalah penting, forum akan memperkuat komunikasi dan pengelolaan data bersama agar berbagai persoalan tidak lagi dihadapi secara terpisah.

“Target kami bukan sekadar mengatakan bahwa 16 SMK sudah bersatu. Itu baru langkah awal,” ujar Antika.

Ia menilai ukuran keberhasilan FKKS nantinya harus terlihat dari dampak konkret yang dihasilkan.

Sekolah diharapkan semakin mudah menyelesaikan persoalan, guru memperoleh lebih banyak kesempatan berkembang, siswa mendapatkan peluang yang lebih luas, hubungan dengan industri semakin kuat, dan kepercayaan masyarakat terhadap SMK swasta meningkat.

“Pada akhirnya, kami tidak sedang memperjuangkan siapa sekolah yang paling besar atau paling banyak siswanya. Kami sedang berusaha memastikan bahwa setiap anak yang memilih SMK di Kota Metro mendapatkan pendidikan yang layak, kompetensi yang kuat, dan masa depan yang lebih baik.”

Karena itu, bagi Antika eviana sari, keputusan 16 SMK swasta untuk membangun FKKS merupakan pilihan untuk menghadapi masa depan pendidikan vokasi secara bersama-sama.

“Bersama-sama bergerak, bukan berjalan sendiri-sendiri.

 Lingkaran istana id.(Suparudin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *