Masa Depan Anak Dipertaruhkan Sejak Dalam Kandungan, DPR RI Gebrak Warga Jatikalen Soal Stunting

NGANJUK, JATIM — Media Nasional Lingkaranistana.id – Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pesan tersebut disampaikan M. Yahya Zaini, S.H., Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja di kediaman Ahmad Syafii, Desa Begendeng, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Kemendukbangga/BKKBN tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Rol. Admin., Ph.D., Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN, serta Shodiqin, S.H., M.M., Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir Dra. Asti Widiyartini, M.Si., Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Anggota DPRD Nganjuk Muhammad Syafi’i, Kapolsek Jatikalen Susilo, tokoh masyarakat, serta warga.

Rangkaian kegiatan diawali registrasi peserta sekitar pukul 08.30 WIB, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, pembacaan doa, serta sambutan tuan rumah.

Dalam pemaparannya, Yahya Zaini menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap masa 1.000 HPK. Periode tersebut mencakup sekitar 270 hari selama kehamilan dan 730 hari setelah bayi lahir hingga usia dua tahun.

“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak awal, bahkan sejak masa kehamilan. Keluarga harus memperhatikan gizi ibu, kesehatan ibu dan anak, serta rutin memantau tumbuh kembangnya,” pesan Yahya.

Menurutnya, pemenuhan gizi harus menjadi perhatian utama. Ibu hamil didorong memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama protein hewani. Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan perlu dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi dan pemantauan tumbuh kembang secara rutin melalui Posyandu.

Selain persoalan gizi, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak juga dinilai penting. Demikian pula dengan kebersihan serta sanitasi lingkungan guna mencegah penyakit infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan anak.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai sejumlah program unggulan Kemendukbangga/BKKBN, di antaranya GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak).

Selain itu, disampaikan pula dukungan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Sosialisasi juga menjadi sarana penyampaian informasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, termasuk terkait pemutakhiran data kepesertaan BPJS Kesehatan agar bantuan dan pelayanan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize dan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Melalui sinergi DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN, serta pemerintah daerah, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting bukan semata tanggung jawab pemerintah.

Peran keluarga, terutama sejak masa kehamilan hingga anak melewati periode emas pertumbuhan, menjadi kunci dalam membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan lebih baik.

( Nanik Susana / Kaperwil Jatim )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *