TEBO, LINGKARAN ISTANA ID — Memelihara dan menyelamatkan situs peninggalan leluhur merupakan kewajiban moral yang harus mengalir dalam jiwa setiap generasi. Kepedulian terhadap warisan nenek moyang tidak boleh padam, meski perhatian dan respons resmi dari pihak-pihak berkompeten terkait penggalian situs candi di Simpang Lopon, Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, hingga kini masih sangat minim dan tidak ada respon.
Melihat kepasifan tersebut, sekelompok pemerhati dan aktivis kepedulian sejarah daerah mengambil langkah konkret secara mandiri. Sebagai wujud rasa tanggung jawab moral untuk menjaga warisan sejarah, mereka berencana mendatangkan tim ahli independen guna melakukan kajian serta penelusuran akademis langsung di lapangan.
Peneliti dan pakar sejarah asal Sumatera Barat, Via Dicky, yang dikenal telah banyak menyingkap tabir sejarah di wilayah Jambi, dijadwalkan turun langsung bersama akademisi Dr.Drs. Yusdi Andra, M.Pd.
Kehadiran para tenaga ahli ini diharapkan mampu membuktikan keberadaan serta struktur peninggalan bersejarah tersebut secara ilmiah dan teruji.
Warga Desa Teluk Kuali dan rekan ,yang di wakili oleh M. Husni, menegaskan bahwa menjaga warisan leluhur—baik berupa struktur candi, benda purbakala, maupun makam-makam tua—membutuhkan kerja nyata yang berbasis ilmu pengetahuan, tidak sekadar mengandalkan cerita tutur atau tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun.
”Menjaga peninggalan nenek moyang adalah kewajiban kita bersama. Kita dituntut untuk peduli dan bertindak. Karena itulah kami berpikir, untuk mendata, menggali, dan menelusuri peninggalan sejarah ini harus melibatkan ahlinya agar ada pembuktian akademis yang sah,” ujar Husni.
Husni membeberkan rekam jejak penting di lokasi tersebut. Pada rentang tahun 1975, di area Simpang Lopon Teluk Kuali pernah ditemukan arca batu yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 Masehi dan piring piring antik serta serta struktur batu bata khas peradaban era Hindu-Buddha dll.. Benda cagar budaya berupa arca tersebut saat ini telah diamankan dan disimpan di Museum Negeri Jambi (Museum Siginjei).
Temuan benda purbakala tersebut menjadi bukti tak terbantahkan bahwa kawasan Teluk Kuali menyimpan potensi besar sebagai situs peradaban kuno, yang bernilai sejajar dengan kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi maupun situs bersejarah lainnya di Provinsi Jambi.
Oleh sebab itu, upaya ekskavasi dan pemugaran situs candi Simpang Lopon Teluk Kuali sangat dinantikan dari tahun 1975 sampai sekarang , agar jejak kebesaran masa lalu dapat terungkap secara utuh dan terlindungi.(Hi)









