TEBO, Lingkaran Istana Id – Program revitalisasi sekolah dasar yang dikucurkan oleh pemerintah pusat demi meningkatkan mutu pendidikan daerah diduga tidak dilaksanakan secara maksimal. Hal ini terjadi pada proyek perbaikan SD Negeri 218/VIII yang berlokasi di Desa Cermin Alam, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.
Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Ibu Ermi ini diketahui menerima kucuran anggaran negara yang cukup fantastis, yakni diperkirakan mencapai lebih kurang 1 Miliar. Dana bernilai besar tersebut dialokasikan untuk beberapa pengerjaan fisik penting, antara lain:
Rehabilitasi Berat Gedung Ruang Kelas
Rehabilitasi Ruang Kantor Sekolah
Pembangunan/Perbaikan Pagar Sekolah.

Berdasarkan hasil pemantauan dan penelusuran langsung awak media di lokasi proyek, ditemukan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan pengerjaan fisik. Kualitas fisik bangunan dinilai sangat jauh dari kata memuaskan.
Beberapa poin temuan utama di lapangan meliputi:
Hasil Fisik Kurang Rapi: Finishing pada beberapa titik bangunan tampak kasar dan tidak presisi.
Indikasi Pengerjaan Asal-Asalan: Pengerjaan terkesan dikejar tayang tanpa memperhatikan standar mutu dan kualitas fisik bangunan yang ramah anak serta tahan lama.
Penyimpangan Kualitas Material: Adanya keraguan atas kesesuaian spesifikasi material yang digunakan dengan anggaran besar yang digelontorkan.
Melihat potensi kerugian negara dan rendahnya mutu hasil pembangunan fisik di SDN 218/VIII Desa Cermin Alam tersebut, tim media bersama tokoh warga setempat meminta pihak-pihak berwenang untuk tidak tinggal diam.
”Kami meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo serta instansi/dinas terkait untuk segera turun langsung ke lokasi memonitor dan mengecek pengerjaan fisik di SDN 218/VIII secara detail.”
JiLangkah evaluasi dan inspeksi mendadak (sidak) dilapangan ini sangat krusial dilakukan agar:
Uang rakyat/dana negara yang dikucurkan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan tepat mutu.
Mencegah adanya indikasi praktik korupsi, penyelewengan dana, maupun mark-up anggaran oleh pihak pelaksana maupun oknum tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berusaha mengonfirmasi serta meminta klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait guna mendapatkan perimbangan informasi lebih lanjut.
(Hi)










