Aneh bin Ajaib! Pembangunan Aula Serba Guna Kelurahan Pulau Temiang Disorot, Camat dan Lurah Malah Mengaku “Tidak Tahu Menahu”

TEBO, LINGKARAN ISTANA ID — Proyek pembangunan fisik di wilayah Kabupaten Tebo kembali menuai tanda tanya besar. Kali ini, proyek pengerjaan Aula Serba Guna Kelurahan Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu, yang dikerjakan oleh pihak ketiga yakni CV. Sekundang, mendadak disorot tajam oleh kalangan awak media dan masyarakat setempat.
​Betapa tidak, proyek yang saat ini progres pengerjaannya dilaporkan telah mencapai sekitar 30 persen tersebut,Sumbernya cuma di cantumkan dari APBD,Timbul pertanyaan..ini APBD Kabupaten Tebo apa dari APBD Provinsi.Dan juga justru luput dari pengawasan dan pengetahuan unsur pimpinan tingkat kecamatan hingga kelurahan.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media Lingkaran Istana Id,, melalui pesan singkat WhatsApp,, Camat Tebo Ulu, Sobry, secara mengejutkan menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu terkait adanya kegiatan pembangunan Aula Serba Guna di wilayah kerjanya tersebut.karena alasannya .dia baru jadi camat Tebo Ulu ini.
​Pernyataan senada juga keluar dari ucapan Lurah Pulau Temiang, Sanata. Sang lurah turut mengaku tidak mengetahui secara pasti perihal proyek yang sedang berjalan di wilayah kelurahan yang dipimpinnya itu dan cuma di awal dahulu ada kordinasi masalah tempatnya saja.Ucap Sanata

​Kondisi ini sontak memicu tanda tanya besar dan dinilai janggal. Muncul dugaan kuat adanya lemahnya koordinasi, transparansi, serta potensi pengabaian prosedur administratif dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari keuangan negara tersebut.
​Bagaimana mungkin sebuah proyek pembangunan fisik berskala besar berdiri dan dikerjakan hingga mencapai progres 30 persen di tengah permukiman warga, sementara Camat dan Lurah selaku pemangku kebijakan di tingkat wilayah mengaku buta sama sekali?
​Kondisi “aneh bin ajaib” ini tentu mengundang kecurigaan publik. Sejumlah pihak mendesak agar instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam guna mempertanyakan kejelasan status proyek tersebut.

Publik kini menuntut transparansi dari pihak pelaksana, dalam hal ini CV. Sekundang, serta dinas teknis yang membidangi, agar proyek ratusan juta ini tidak berjalan secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawasan yang jelas.

​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya bertanya dengan dinas terkait guna menguak misteri di balik proyek misterius ini.

(Hi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *