Tebo, Lingkaran Istana — Menjelang perhelatan akbar pemilihan Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Desember mendatang untuk periode 2026–2031, denyut nadi adat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah kembali bergemuruh.Momentum ini memantik kembali memori kolektif masyarakat adat terhadap figur-figur besar yang pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di bumi Jambi.
Bicara soal pucuk pimpinan adat, nama besar Kolonel Inf. (Purn) H. Muhamad Syukur tentu berada di garis terdepan. Putra kebanggaan Kabupaten Tebo yang berasal dari pinggiran huluan Batang Hari, tepatnya dari Desa Teluk Kuali, ini merupakan sebuah epitomi ketokohan paripurna yang jejak langkahnya menembus batas zaman—dari seorang pejuang kemerdekaan hingga menjadi pemimpin kharismatik di berbagai sektor.

Lahir dan tumbuh di Desa Teluk Kuali, Kabupaten Tebo, H.M. Syukur menempa mentalnya di alam pedesaan huluan Batang Hari. Sejak tahun 1930-an hingga masa revolusi fisik, beliau telah mendarmabaktikan jiwa raga sebagai pejuang kemerdekaan, melawan penjajah demi tegaknya panji-panji Republik Indonesia di tanah Jambi.di bawah komando Kolonial Abun Jani.
Berlatar belakang seorang perwira tentara yang tegas dan berjiwa rakyat, karier militernya membawanya ke puncak pengabdian sipil. Beliau dipercaya memegang amanah sebagai Bupati Kepala Daerah Kabupaten Merangin (Sarko – Merangin/Sarolangun Bangko) selama dua periode (1972–1983), di mana stabilitas dan pembangunan wilayah tersebut diletakkan di atas fondasi yang kokoh.
Kepiawaiannya dalam berdiplomasi dan memimpin membuat H.M. Syukur dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis tingkat provinsi maupun nasional, di antaranya:
Ketua Golkar,Ketua DPRD Provinsi Jambi (sekaligus anggota MPR RI Utusan Daerah Jambi).
Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ), meneruskan estafet kepemimpinan adat pasca Datuk Abdul Manaf (ketua pertama tahun 1975). Di tangan beliau, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ditegakkan dengan wibawa militer yang mengayomi.
Ketua Angkatan 45 Provinsi Jambi, merawat api semangat juang para veteran dan pejuang kemerdekaan di bumi Jambi.
Kini, roda zaman berputar menuju pemilihan Ketua LAMJ periode 2026–2031. Sejak berakhirnya masa kepemimpinan Kolonel H. Muhamad Syukur pada dekade 1980-an silam, Kabupaten Tebo tercatat belum pernah lagi menempati singgasana tertinggi di lembaga adat tingkat provinsi tersebut.
Padahal, jika merujuk pada sejarah emas yang diukir oleh Kolonel H.M. Syukur, Kabupaten Tebo tidak pernah krisis stok pemimpin. Negeri ini kaya akan tokoh-tokoh adat berintegritas tinggi yang layak bersaing di tingkat provinsi.
M.Husni Putra Tl Kuali,,Masyarakat dan anak kemenakan Tebo berharap, momentum pemilihan 2026–2031 ini dapat menjadi titik balik (tumit balek) bagi kebangkitan marwah Tebo untuk kembali duduk di pucuk pimpinan LAMJ Provinsi Jambi, melanjutkan legasi besar yang telah diletakkan oleh Sang Kolonel asal Teluk Kuali.
(Hi)






