Kadisdikbud Indramayu Dipanggil DPRD Terkait Dugaan Pungli di Sekolah Negeri

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Keluhan orang tua murid soal biaya tambahan di sekolah negeri berbuntut panjang. DPRD Indramayu akhirnya memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Caridin, untuk meminta klarifikasi atas dugaan pungutan liar (pungli) yang mencuat di sejumlah sekolah dasar negeri.

Beberapa sekolah yang menjadi sorotan publik antara lain SDN 1 Paoman, SDN 1 Kepandean, dan SDN Panyindangan Wetan. Dugaan pungli ini mencuat setelah orang tua murid mengeluhkan adanya biaya tambahan, mulai dari pembelian buku paket hingga iuran lain, yang dianggap memberatkan.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Indramayu, Imron Rosadi, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Ia menyebut rapat bersama Kadisdikbud telah dilakukan Komisi II DPRD pada Rabu/20/08/2025.

“Kadisdikbud Indramayu sudah diundang rapat dengan Komisi II DPRD kemarin,” kata Imron saat dikonfirmasi, Kamis 21/08/2025

Pemanggilan ini menambah panjang daftar persoalan sektor pendidikan di Indramayu yang dalam beberapa waktu terakhir terus disorot publik. Praktik dugaan pungutan liar di sekolah negeri menimbulkan kekecewaan orang tua murid yang berharap anak-anak mereka mendapat pendidikan gratis sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan adanya rapat bersama DPRD, masyarakat berharap persoalan pungli di sekolah negeri bisa segera ditangani agar dunia pendidikan di Indramayu kembali bersih dan berpihak pada kepentingan peserta didik.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *