Indramayu/lingkaranistana.id – Komitmen meningkatkan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus diwujudkan SLB Negeri Pahlawan. Sejak tahun 2023, sekolah ini membuka kelas jauh berupa Unit Layanan Disabilitas (ULD) Tempat Kegiatan Belajar (TKB) di Kecamatan Kertasemaya, tepatnya di Desa Tenajar.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Bidang PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang pada 2023 menggulirkan program pencegahan anak putus sekolah. Program ini dirancang untuk menjangkau anak berkebutuhan khusus yang belum mendapatkan layanan pendidikan, khususnya mereka yang kesulitan bersekolah di SLB.
Saat pertama kali beroperasi, ULD Kertasemaya hanya menampung 13 siswa. Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, jumlah peserta didik kini bertambah menjadi 25 anak. Mereka terdiri dari berbagai jenis kebutuhan khusus, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.
Meski hanya ada tiga guru yang bertugas dengan fasilitas terbatas, mereka tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui pembelajaran berdiferensiasi sesuai karakteristik setiap anak.
Kehadiran ULD Kertasemaya membawa dampak signifikan dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah anak berkebutuhan khusus di wilayah Kertasemaya dan sekitarnya.
Kepala SLBN Pahlawan Siti Komariah, M.pd, menegaskan bahwa pembukaan unit layanan ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam mendukung program pemerintah sekaligus memastikan hak pendidikan bagi semua anak.
“Harapan kami, melalui ULD ini, tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Ke depan, masyarakat berharap keberadaan ULD menjadi awal bagi berdirinya SLB Negeri di Kecamatan Kertasemaya. Dengan adanya sekolah induk, layanan pendidikan dapat menjangkau lebih luas dan ditunjang sarana, prasarana, serta tenaga pendidik yang lebih memadai.
( Maman )
SLBN Pahlawan Hadirkan ULD-TKB di Desa Tenajar untuk Perluas Akses Pendidikan ABK












