Ricuh di Karnaval Ogoh-Ogoh Desa Jangga, H. Carwan Soroti Pengaruh Miras

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Suasana perayaan karnaval Ogoh-Ogoh di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu,  berubah menjadi ricuh setelah terjadi bentrokan antara warga Blok Karanganyar dan Blok Karangmalang. Insiden ini menimbulkan keprihatinan masyarakat dan mendapat perhatian dari kalangan legislatif daerah.
Pada Sabtu/08/11/2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras yang dikonsumsi sejumlah peserta, hingga berujung pada aksi penyerangan dan adu fisik. Beberapa anak di bawah umur dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Pihak keamanan desa bersama aparat kepolisian setempat segera turun tangan untuk menenangkan massa dan mencegah bentrokan meluas.

Menanggapi hal ini, H. Carwan, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PKS, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang kembali mencoreng pelaksanaan kegiatan budaya di daerahnya. Ia menilai lemahnya pengawasan terhadap peredaran dan konsumsi minuman keras menjadi penyebab utama timbulnya kericuhan.

“Sayangnya, kejadian serupa selalu berulang dan belum menjadi pelajaran bagi penyelenggara maupun aparat keamanan. Miras masih menjadi salah satu faktor utama yang memicu bentrokan,” ujarnya, Minggu(9/11/2025).

H. Carwan menegaskan pentingnya langkah tegas aparat penegak hukum dalam menekan peredaran minuman keras, terutama di kawasan Pantura yang dikenal rawan peredaran miras ilegal.

Selain itu, ia mendorong adanya koordinasi yang lebih erat antara pihak desa, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pesta adat agar kegiatan tradisi tetap berjalan aman, tertib, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi kalangan muda mengenai bahaya konsumsi alkohol dan dampaknya terhadap keamanan serta ketertiban sosial.

“Melalui media ini, kami mengimbau agar aparat hukum bertindak tegas dan masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban. Semoga insiden ini menjadi momentum bagi Indramayu untuk lebih serius menekan peredaran miras dan mencegah konflik antar warga,” pungkas H. Carwan.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *