PALEMBANG, Lingkaranistana.id — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 berjalan optimal sebagai bagian dari operasi nasional Polri dalam mengamankan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Polda Sumsel mencatat lebih dari 329 ribu pergerakan penumpang terlayani dengan aman hanya dalam satu hari. Hal ini menegaskan kesiapan penuh jajaran kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat. Rabu (18/03/2026)
Sebagai bagian dari strategi pengamanan nasional, Polda Sumsel secara konsisten mengendalikan operasi melalui sistem komando terpadu di bawah kendali Kapolda. Seluruh jajaran bergerak serentak mengamankan jalur mudik, baik darat, laut, maupun udara.
Lebih lanjut, tercatat sebanyak 302.019 penumpang penyeberangan, 7.628 penumpang terminal, 5.127 penumpang kereta api, serta 14.873 penumpang di bandar udara. Dengan demikian, total mobilitas masyarakat yang terlayani mencapai lebih dari 329 ribu orang dalam satu hari, dengan kondisi tetap aman dan terkendali.
Di sisi lain, pengawasan lalu lintas menunjukkan tren pergerakan yang dinamis. Polda Sumsel mengelola arus kendaraan di lima ruas tol utama secara terukur, yakni Tol Palindra, Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, Terpeka, dan Betajam. Petugas memanfaatkan data real-time untuk menerapkan rekayasa lalu lintas secara cepat dan presisi, sehingga tidak terjadi kemacetan yang signifikan.
Untuk memastikan efektivitas operasi, Polda Sumsel mengerahkan ribuan personel yang tergabung dalam tujuh Satgas terintegrasi. Seluruh Satgas menjalankan fungsi preemtif, preventif, hingga penegakan hukum secara simultan. Pendekatan humanis juga terus dikedepankan melalui 1.750 kegiatan edukasi kepada masyarakat, yang secara langsung meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas.
Selain itu, Ditlantas Polda Sumsel memperkuat penindakan berbasis teknologi melalui sistem ETLE, yang telah menindak puluhan pelanggaran secara elektronik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga memberikan efek jera yang terukur.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa seluruh jajaran harus hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat secara nyata.
“Kami memastikan seluruh personel bekerja maksimal di lapangan. Tidak boleh ada titik pengamanan yang lengah. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam Operasi Ketupat Musi 2026,” tegas Kapolda.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari kelancaran arus mudik, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini menjadi bagian dari orkestrasi nasional Polri dalam memastikan pengamanan mudik berjalan seragam dan terintegrasi di seluruh Indonesia.
Sementara itu, situasi keamanan wilayah tetap terkendali. Polda Sumsel mencatat 60 kasus tindak pidana konvensional, 4 kasus transnasional, serta 1 kasus terkait kekayaan negara. Seluruh kasus tersebut ditangani secara profesional oleh jajaran reserse.
Di bidang lalu lintas, tercatat 10 kejadian kecelakaan dengan 2 korban meninggal dunia. Polda Sumsel terus meningkatkan patroli serta edukasi guna menekan angka kecelakaan selama periode mudik berlangsung.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa transparansi informasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi ini.
“Polda Sumsel memastikan seluruh perkembangan operasi disampaikan secara terbuka kepada publik. Kami hadir untuk memberikan rasa aman serta memastikan masyarakat dapat mudik dengan tenang,” ujarnya.
Dengan penguatan strategi, kesiapan personel, serta sinergi lintas sektor, Polda Sumsel menegaskan komitmennya sebagai bagian dari garda terdepan Polri dalam pengamanan mudik nasional. Operasi Ketupat Musi 2026 tidak hanya menjaga keamanan wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap stabilitas dan kelancaran arus mudik di tingkat nasional. Tutupnya. (Toni)










