Polres Banyuasin Selidiki Penemuan Mayat Tak Dikenal di Desa Merah Mata

BANYUASIN, LINGKARAN ISTANA — Bau menyengat dari pinggiran sawah berubah menjadi teror nyata bagi warga Dusun I, Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I. Siang bolong, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan dalam kondisi membusuk, memicu kepanikan sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Jenazah ditemukan dalam kondisi telah membusuk. Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Banyuasin I langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area.


Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB, jenazah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Selatan untuk dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum (VER) dan otopsi guna memastikan identitas serta penyebab kematian secara ilmiah.

Bacaan Lainnya


Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Berdasarkan informasi awal dari warga sekitar, korban diduga merupakan seseorang yang dikenal mengalami gangguan jiwa. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak kepolisian.
Dalam penanganan awal, penyidik telah meminta keterangan dari dua orang saksi, yakni Kepala Desa Merah Mata serta warga yang pertama kali menemukan jenazah. Selain itu, tidak ditemukan barang bukti di sekitar lokasi penemuan.


Langkah kepolisian yang telah dilakukan meliputi olah TKP, pendataan saksi, evakuasi jenazah, serta pembuatan laporan penemuan mayat. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan menunggu hasil pemeriksaan medis dari RS Bhayangkara.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya membenarkan penanganan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur.


“Personel kami telah bergerak cepat ke lokasi. Saat ini jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan forensik. Kami mengimbau masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor ke pihak kepolisian,” ujarnya.
Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam membantu proses identifikasi korban dengan menyampaikan informasi kepada Polsek setempat atau melalui layanan kepolisian 110.


Kasus ini kini menjadi misteri yang belum terpecahkan—siapa korban sebenarnya dan bagaimana ia berakhir mengenaskan di tepi sawah masih menunggu jawaban dari hasil forensik. Polisi membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberi petunjuk, sebelum jasad tanpa nama ini benar-benar hilang tanpa jejak identitas.
(Toni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *