Aceh Singkil-Lingkaran Istana. Bupati Aceh Singkil resmi membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) tahun 2027,kegiatan ini mengacu pada Undang-undang nomor : 25 tahun 2024 tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang dilaksanakan Selasa,21/4/2026 di Aula Bappeda Aceh Singkil,Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil.
Bupati Aceh Singkil dalam kata sambutannya menyampaikan,proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara partisipasif telah berjalan dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,seterusnya, hasilnya akan diselaraskan dengan perencanaan Provinsi dan Nasional terintegrasi dengan kebijakan yang berlaku.Penyusunan RKPK tahun 2027 ini berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) daerah sesuai qanun nomor: 1tahun 2026,dengan memperhatikan arah kebijakan Pr ovinsi dan Nasional.Serta evaluasi capaian pembangunan tahun sebelumnya.

Tahun 2027 mengusung tema”Peningkatan Infrastruktur dan Koneksivitas mewujudkan Aceh Singkil makmur dan berdaya saing”.Tema ini dijabarkan dalam enam prioritas pembangunan antara lain : peningkatan ekonomi,pengentasan kemiskinan,penguatan infrastruktur,konektivitas,peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),reformasi tata kelola pemerintahan,penguatan lingkungan hidup, dan ketahanan bencana.
Dari data tahun 2025 menunjukkan angka kemiskinan di Aceh Singkil masih menunjuk kan 17,07 persen masih angka tertinggi di Provinsi Aceh.Hal ini menjadi tantangan utama ditargetkan dapat ditekan 15-16 persen pada tahun 2027.Upaya ini akan dilakukan melalui perlindungan sosial yang tepat sasaran serta pemberdayaan sektor perkebunan,pertanian dan perikanan.Selain itu,pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 4-5 persen.Indek pembangunan manusia (IPM) naik ke angka 72-73 poin dan tingkat pengangguran terbuka ditekan dibawah 4 persen.
infrastruktur jalan dan jembatan termasuk pengembangan sektor berbasis nilai tambah,pengembangan pariwisata,terutama diwilayah kepulauan yang berpotensi menjadi magnet ekonomi baru.
Ditengah keterbatasan anggaran pemerintah berharap pembangunan yang menjadi kewenangan provinsi dapat segera diselesaikan,terutama infrastruktur penghubung yang mendukung Koneksivitas dan pariwisata. Aceh Singkil sendiri telah ditetapkan sebagai penyangga pengembangan pariwisata Danau Toba,sehingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung menjadi sangat mendesak.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama,diharapkan perencanaan pembangunan ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat,membebaskan daerah dari belenggu kemiskinan,serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.Acara ditutup dengan pernyataan resmi Musrenbang RKPK Aceh Singkil tahun 2027.
Acara ini dihari oleh : Wakil Bupati Aceh Singkil,Plt.Sekda Aceh Singkil,perwakilan Dandim 0109/Aceh Singkil,perwakilan Kapolres Aceh Singkil,perwakilan Kejaksaan Aceh Singkil,Ketua MPU Aceh Singkil,para SKPK,para Camat,dan undangan lainnya.
reporter : dahrusyid.












