LINGKARAN ISTANA.COM//OKU Timur — Kondisi memprihatinkan terlihat di SMP Negeri 01 Madang Suku I, Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman untuk menimba ilmu, justru tampak jauh dari kata layak. Dugaan tidak terealisasinya penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencuat ke publik, setelah kondisi fisik bangunan sekolah dinilai sangat memprihatinkan,Sabtu(02/5/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas sekolah tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Beberapa ruang kelas terlihat kusam karena sudah lama tidak dicat. Bahkan, terdapat ruang belajar yang tidak memiliki plafon sama sekali, serta bagian dinding penahan tanah yang dilaporkan mengalami kerusakan serius tanpa adanya perbaikan.
Yang lebih mengkhawatirkan, ditemukan juga plafon ruang kelas yang jebol dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Kondisi ini memicu kekhawatiran, mengingat aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di tengah ancaman tersebut.
“Ini sangat berbahaya, apalagi kalau plafon itu tiba-tiba roboh saat kegiatan belajar berlangsung,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan publik pun mengarah pada pengelolaan Dana BOS yang seharusnya dapat digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Namun hingga kini, kondisi sekolah justru menunjukkan sebaliknya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan kepada pihak sekolah. Namun, saat didatangi pada Rabu, 22 April 2026, kepala sekolah tidak berada di tempat, sehingga belum ada keterangan resmi terkait kondisi tersebut.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana BOS menjadi sorotan, mengingat anggaran tersebut bersumber dari negara dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi. Masyarakat berharap instansi berwenang segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan keselamatan serta kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar tetap terjamin.
(Sani/jA)









