TEBO // Lingkaranistana.id – Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kab Tebo ,memberi solusi dengan di pangkasnya Anggaran desa selama ini dan kalau di dengar kata “efisiensi anggaran di tingkat desa, yang terbayang biasanya adalah pemangkasan program. Rapat-rapat dikurangi, ATK dihemat-hemat, atau pembangunan fisik yang ditunda dan malah jam kantor masuk di kurangin.
Padahal sekarang sudah bukan jamannya lagi aparat desa pakai gaya kaku begitu. Efisiensi itu program pemerintah pusat,, tapi memutar otak untuk cari income (pendapatan) baru jauh lebih mendesak.
Masukan dari Rampas O8 Kab Tebo, Optimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan INCOME desa yg sudah ada atau yg terbuka di depan mata.
Geser Pola Pikir: Dari patah semangat,pasrah ” ke “Produktif”
Efisiensi yang kaku seringkali justru mematikan potensi.
Sebagai gantinya, anggaran desa yang terbatas harus dipandang cambuk untuk motivasi bergerak cari solusi,,kata M.Husni sebagai Ketua Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kab Tebo,,jangan Anggaran di pangkas,Kades dan perangkat desa secara otomatis ikut bingung,,bukan itu yg masyarakat mau,,ingat…pengabdian di desa harus tetap semangat dan ikhlas.
Salah satu dengan evesiensi anggaran sekarang ini,BUMDes.adalahn mesin Pencetak Inkam Desa
BUMDes bukan cuma papan nama di kantor desa, tapi harus jadi motor bisnis yang riil.
Kalau dikelola dengan mental ala pengusaha—bukan birokrat—
BUMDes bisa jadi sumber income mandiri bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Di samping itu desa harus jeli untuk mengGali Potensi Unik, Jangan Ikut-ikutan Kalau desa sebelah sukses bikin wisata sawah, desa kita tidak harus ikutan bikin hal yang sama. Lihat potensi lokal,apakah ada kerajinan khas, komoditas pertanian unggulan, atau pengelolaan sampah yang bisa dijadikan duit atau kapal peri penyebrangan
BUMDes hari ini harus melek teknologi. Mulai dari jadi agen bank digital, penyedia internet desa, hingga bermitra dengan e-commerce untuk pasarkan produk warga
Bikin Terobosan BUMDes Bersama (BUMDesma): Kalau modal satu desa dirasa kurang, ajak desa tetangga buat patungan,bikin usaha skala lebih besar,
Kita sama sama tahu,,”tolak ukur keberhasilan desa itu bukan seberapa banyak anggaran yang berhasil disimpen alias gak kepakai, tapi seberapa besar manfaat yang muter di masyarakat dan seberapa mandiri desa itu mendatangkan cuan.”Oeoes












