Mengunjungi Makam Keramat Eyang Buyut Datuk Musa di Pasir Mayang 7 Koto Ilir. 

Oplus_131072

TEBO// – Lingkaranistana .id.- Di tengah pesona alam Desa Pasir Mayang, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, terdapat sebuah situs sejarah yang menjadi salah satu destinasi religi penting bagi masyarakat setempat dan peziarah dari luar daerah, yakni Makam Keramat Datuk Musa yang keberadaannya sekitar abad ke 18 M.

Makam ini dikenal oleh warga lokal sebagai sosok Ulama,,Tokoh yang sakti ,sehingga sekarang ini Makam tersebut salah satu Makam yang di Keramatkan di wilayah aliran sungai Batang Hari Desa Pasir Mayang 7 Koto Ilir

M.Husni Ketua Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo adalah salah satu keturunan beliau yg ke 5 dari Teluk Kuali yg istri Datuk Musa tersebut bernama Cinto Urai.(Abad 18) Artinya lebih kurang sudah 300 tahun dari keberadaannya  dan Husni juga mengatakan : keberadaan Makam ini tidak hanya menjadi bukti sejarah perjalanan beliau di wilayah VII Koto Ilir,umumnya daerah aliran Batang Hari dan daerah pedalaman Riau (Cinaku) tetapi juga menjadi simbol penghormatan anak cucu beliau dan masyarakat terhadap para leluhur yang berjasa, Alhamdulillah..Makam itu sudah kami Pugar, yang sekarang ini adalah foto asli Makam tersebut ..

Makam Datuk Musa terletak di lokasi yang cukup tenang, dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, memberikan suasana khusyuk bagi siapa saja yang datang untuk berziarah.Pengunjung yang datang biasanya memanjatkan doa serta mengenang jasa-jasa almarhum dalam membimbing masyarakat pada masanya.

“Makam ini adalah bagian dari identitas desa Pasir Mayang . Banyak masyarakat, baik dari dalam maupun luar kecamatan, datang ke sini terutama pada momen-momen tertentu untuk berziarah dan menjaga tradisi menghormati sesepuh,” ujar Husni  Rabu 27 Mei 2026.

Kesadaran akan pentingnya melestarikan situs bersejarah ini semakin meningkat. Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat terus berupaya merawat kawasan sekitar makam agar tetap bersih dan nyaman bagi para peziarah.

Selain nilai spiritual, area sekitar Pasir Mayang juga menawarkan keindahan alam khas pedesaan Jambi yang asri. Hal ini menjadikan makam Datuk Musa memiliki potensi sebagai titik pusat wisata religi yang dapat memperkenalkan kearifan lokal VII Koto Ilir kepada masyarakat luas.

Masyarakat setempat berharap agar generasi muda terus mengenal sejarah tokoh-tokoh besar di daerah mereka. Menjaga kelestarian makam keramat ini dianggap sebagai langkah nyata dalam menjaga mata rantai sejarah agar tidak terputus oleh kemajuan zaman.Bagi masyarakat yang ingin berziarah, akses menuju Desa Pasir Mayang saat ini sudah dapat dijangkau dengan kendaraan, memberikan kemudahan bagi peziarah yang ingin merasakan langsung kedamaian di area Makam Keramat Datuk Musa yang terkenal sakti pada masanya.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *