TEBO –Lingkaran Istana. Id — Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah bergulir diharapkan tidak menjadi alasan bagi organisasi olahraga di Kabupaten Tebo untuk ikut-ikutan “tiarap” dan pasif. Diperlukan kreativitas dan komitmen kuat dari para pengurus agar pembinaan atlet dan pemasyarakatan olahraga di bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung tetap berjalan.
Fenomena “ada duit baru ada kegiatan, tidak ada duit langsung tiarap” menjadi kritik tajam yang harus diubah. Tantangan finansial seharusnya memicu organisasi untuk mencari banyak cara dan fokus mengembangkan solusi alternatif demi kemajuan olahraga daerah.
Menanggapi situasi ini, pengamat dan praktisi olahraga daerah serta para pemuda mengimbau agar seluruh organisasi cabang olahraga (cabor) maupun komite olahraga di Tebo untuk lebih sering terjun langsung ke masyarakat.
Fokus utama saat ini adalah mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.
”Kalau hanya menunggu dana hibah atau APBD turun baru mau bergerak, olahraga kita akan jalan di tempat.Ucap M.Husni, yang juga ketua Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo. 9-Juli 2026.
Di samping itu Husni juga manambahkan,Pengurus harus kreatif. Banyak cara lain, misalnya menggandeng sektor swasta (CSR) atau swadaya masyarakat.
Memburu Bibit Atlet dari Tingkat Desa
Melalui gerakan turun ke bawah (turba), organisasi olahraga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial langsung dari tingkat desa.
Pembinaan sejak dini di level akar rumput dinilai jauh lebih efektif dan efisien untuk mengejar prestasi di tingkat provinsi maupun nasional ke depan.
Berharap ke depan atlet atlet Tebo bisa bersaing di level propinsi dan nasional,Husni juga beri masukan yang positif ,,antara lain : Ada beberapa langkah strategis yang bisa digalakkan tanpa harus menelan biaya besar:
Turnamen Kampung/Desa: Mengaktifkan kompetisi antar-desa berbasis gotong royong.
Blusukan Bakat: Pengurus cabor aktif memantau potensi anak muda di desa-desa.
Optimalisasi Fasilitas Lokal: Memanfaatkan lapangan atau sarana yang ada di desa secara maksimal.
Dengan komitmen yang kuat, keterbatasan anggaran bukan lagi menjadi penghalang, melainkan ujian bagi organisasi olahraga di Tebo untuk membuktikan dedikasi mereka dalam mencetak sejarah prestasi baru.(Oeoes)










