Tanjungbalai, lingkaranistana.id Perhimpunan Aktivis Muda Indonesia (PAMI) kembali menyuarakan aspirasinya terkait rencana pengucuran dana hibah kepada Politeknik Tanjungbalai. Kali ini, Selasa (4/8/2026),
Saat Dewan Banggar laksanakan rapat, sejumlah aktivis PAMI menggelar aksi sederhana dengan membentangkan karton berisi penolakan terhadap rencana penggunaan APBD untuk dana hibah tersebut.
Dalam aksi itu, peserta membentangkan dua karton bertuliskan “Save APBD, Jangan Jadikan Dunia Pendidikan Sebagai Dalih Merampok Uang Rakyat” dan “Kami Menolak Pengucuran Dana Hibah untuk Poltan karena kami nilai penambah bukti hancurnya APBD Kota Tanjungbalai.”
Melalui aksi tersebut, Ketum PAMI Rizky Simatupang, menegaskan sikapnya agar Pemerintah Kota Tanjungbalai dan DPRD tidak mengalokasikan dana hibah kepada Politeknik Tanjungbalai. Menurut nya, anggaran daerah seharusnya diprioritaskan untuk program-program yang secara langsung menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Rizky Simatupang menyatakan bahwa penyampaian aspirasi melalui pembentangan karton merupakan bentuk kebebasan berpendapat yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Mereka berharap pemerintah dan DPRD mendengar aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan terkait pengalokasian dana hibah tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Tanjungbalai maupun pihak Politeknik Tanjungbalai terkait aksi dan tuntutan yang disampaikan oleh PAMI. (Artika)










