TEBO, Lingkaran Istana Id – Pernyataan Gubernur Jambi yang mengklaim wilayah Provinsi Jambi bebas dari titik api mendapat sanggahan keras dari Ketua DPD Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, M. Husni. Ia menyuarakan keprihatinan mendalam terkait perbedaan drastis antara laporan pemerintah dan realita di lapangan.
Husni secara terbuka mempertanyakan keakuratan data Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang disampaikan Gubernur Jambi kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Klaim yang menyebutkan titik api sudah benar-benar padam dinilai berbanding terbalik dengan situasi yang dialami warga Jambi khususnya Kabupaten Tebo saat ini. Pasalnya, pada Rabu (26/8/2026), kabut asap yang menyelimuti wilayah Tebo justru terpantau kian menebal dan pekat hingga mengganggu aktivitas harian warga.
”Kalau titik api benar-benar sudah tidak ada, lalu asap yang membuat jarak pandang terganggu dan udara semakin tidak nyaman dihirup masyarakat Tebo itu berasal dari mana?” tegas Husni saat memberikan keterangan.
Ia menekankan pentingnya verifikasi lapangan secara obyektif. Pemerintah Provinsi Jambi diimbau tidak semata-mata mengandalkan data pemantauan satelit atau laporan di atas kertas, tetapi wajib menyaksikan langsung kondisi udara yang terus memburuk dan mengancam kesehatan masyarakat.
Menindaklanjuti temuan ini, DPD RAMPAS Tebo bergerak cepat dengan melayangkan laporan ke pihak DPP RAMPAS di Jakarta. Mengingat Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Dewan Kehormatan DPP RAMPAS, Sehingga laporan riil mengenai kondisi Karhutla dan kabut asap di Jambi ini akan diteruskan oleh DPP secara langsung kepada Presiden guna memastikan informasi yang diterima Kepala Negara tetap akurat. (Hi)










