Jejak Sejarah Muara Tebo dan Kejayaan Tokoh Tebo Ulu dalam Pembangunan Daerah

Oplus_131072

TEBO, Lingkaran Istana Id — Wilayah Tebo menyimpan rekam jejak sejarah dan kepemimpinan yang kuat dalam pembentukan administratif di Provinsi Jambi. Tidak hanya berkontribusi besar dalam pemekaran wilayah, daerah ini juga melahirkan tokoh-tokoh potensial yang memegang peranan penting di tingkat daerah.

​Berdasarkan catatan sejarah daerah, Muara Tebo pernah memegang peranan strategis sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Merangin pada masa awal kemerdekaan. Perjalanan pusat pemerintahan tersebut melintasi beberapa periode:

  • 1947–1949: Muara Tebo menjadi Ibukota Kabupaten Merangin (berlangsung sekitar 2,5 tahun).
  • 1949–1956: Pusat pemerintahan berpindah ke Bangko.
  • 1956–1965: Ibukota berpindah ke Muara Bungo selama kurang lebih 9 tahun.

​Perubahan struktur administratif kembali terjadi seiring terbitnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1965. Melalui regulasi tersebut, Kabupaten Merangin dimekarkan menjadi dua wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II:

  1. ​Kabupaten Dati II Sarolangun Bangko (Sarko)
  2. ​Kabupaten Dati II Bungo Tebo (Bute)

Awal Berdirinya Kabupaten Bungo Tebo

​Pada awal pembentukannya, Kabupaten Dati II Bungo Tebo menaungi tujuh kecamatan yang terbagi ke dalam dua wilayah kewedanaan:

  • Kewedanaan Muara Bungo (Wilayah Barat): Kecamatan Muara Bungo, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kecamatan Rantau Pandan, dan Kecamatan Pelepat.
  • Kewedanaan Muara Tebo (Wilayah Timur): Kecamatan Tebo Ulu, Kecamatan Tebo Tengah, dan Kecamatan Tebo Ilir.

​Sejarah mencatat bahwa Bupati pertama yang memimpin Kabupaten Dati II Bungo Tebo adalah H. Hoesin Saat. Kepemimpinan dan kontribusi para tokoh asal Tebo di rantau maupun di tingkat kabupaten menjadi bukti besarnya potensi sumber daya manusia dari daerah ini.

​Setelah kepemimpinan H. Hoesin Saat, tampuk pemerintahan Kabupaten Dati II Bungo Tebo diteruskan oleh bupati-bupati selanjutnya, antara lain:

  • ​Drs. H. Hasan
  • ​Drs. H. Abdul Mutalib HS. (Tebo Ulu, Kabupaten Tebo)
  • ​Drs. Syofyan Ali (Tebo Ulu, Kabupaten Tebo)

​Catatan histori ini mempertegas peran penting Muara Tebo dan tokoh Tebo Ulu dalam fondasi pembangunan serta pembentukan identitas wilayah Bungo Tebo hingga pemekaran Tebo berdiri sendiri.

​Husni, Ketua Ormas RAMPAS TEBO, mengungkapkan bahwa kehebatan tokoh-tokoh Tebo Ulu tidak hanya terlihat di daerah sendiri, tetapi juga di wilayah perantauan.

​”Di Sarko, yang menjadi bupati dan Ketua DPRD Provinsi Jambi juga orang Tebo Ulu, yaitu Kolonel Purnawirawan TNI M. Syukur dan masih banyak yang lainya. Artinya, orang Tebo Ulu terbukti berjaya di perantauan,” ujar Husni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *