TEBO, Lingkaran Istana Id — Musim kemarau panjang yang disertai meningkatnya titik panas (hotspot) membuat ancaman kabut asap di Kabupaten Tebo kian memprihatinkan. Kondisi udara yang semakin tidak sehat ini mulai memicu kerawanan gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak sekolah, hingga lansia.
Menanggapi situasi yang kian mengancam kesehatan masyarakat tersebut, Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo meminta seluruh jajaran pemerintah desa bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk mengambil langkah konkret serta penguatan spiritual secara bersama-sama.
Ketua RAMPAS Setia 08 Kabupaten Tebo, M. Husni, menegaskan bahwa partikel halus dari kabut asap akibat kemarau dan pembakaran lahan sudah dalam taraf mengganggu aktivitas sehari-hari serta mengancam organ pernapasan. Minimnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir memperparah akumulasi debu dan asap di udara.
”Mengingat dan menimbang keadaan asap saat ini, dampaknya terhadap kesehatan sudah sangat mengganggu. Kasus paparan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan gangguan kesehatan lainnya membahayakan warga jika dibiarkan tanpa adanya penanganan dan doa bersama. Karena itu, kami mengimbau seluruh desa khusus yang ada di Kabupaten Tebo jika memungkinkan segera mengadakan salat istisqa kembali atau doa istighosah memohon hujan,” ujar Husni Rabu, 9/9/2026
Husni menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan tidak boleh hanya bergantung pada regulasi atau instruksi birokrasi dari pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, kesadaran lokal di tingkat desa harus tumbuh secara mandiri dan cepat.
”Tanamkan rasa peduli itu dari sekarang, jangan hanya menunggu imbauan resmi dari pemerintah. Tokoh agama, tokoh adat, serta aparatur pemerintah desa harus proaktif memikirkan ancaman ini secara menyeluruh. Kesehatan keluarga dan anak-anak kita kembali ke kepedulian kita masing-masing di tingkat bawah,” tegasnya.
Melalui imbauan ini, RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo berharap gerakan salat istisqa dan doa bersama di setiap masjid atau lapangan desa dapat mengetuk pintu langit agar hujan segera turun mengikis kabut asap, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang memperparah kualitas udara.(Hi)










