NGANJUK( Jatim ), Media Nasional Lingkaranistana.id – Upaya meningkatkan perlindungan tanaman pangan dari ancaman organisme pengganggu tumbuhan (OPT) terus dilakukan di tingkat petani. Salah satunya melalui Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tanaman Pangan yang dilaksanakan bersama kelompok tani.
Kegiatan tersebut tampak berlangsung di Desa Bulu, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo.
Gerakan penerapan PHT menjadi bagian dari kegiatan pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian di tingkat kabupaten/kota, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi gangguan terhadap tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak mengikuti proses pembelajaran dan diskusi secara langsung. Sejumlah materi juga dituangkan dalam lembar kerja yang digunakan peserta untuk mendukung pemahaman mengenai pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.
Penerapan PHT sendiri menempatkan petani sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan tanaman. Pengendalian hama tidak semata-mata mengandalkan penggunaan pestisida, tetapi juga perlu memperhatikan pengamatan kondisi tanaman, lingkungan serta langkah pengendalian yang sesuai.
Bagi petani, pemahaman tersebut dinilai penting karena serangan OPT dapat berdampak terhadap pertumbuhan hingga hasil produksi tanaman apabila tidak ditangani secara tepat.
Melalui kegiatan bersama Poktan Tani Mulyo ini, penerapan PHT diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam praktik budidaya tanaman di tingkat petani.
( Nanik Susana Kaperwil Jatim)










