Refleksi Hari Sumpah Pemuda: Menolak Lupa Sejarah dan Jasa Para Konseptor Pembangunan Kabupaten Bungo Tebo

Oplus_131072

TEBO, Lingkaran Istana Id — Memasuki momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 10 Oktober 2026 ü, semangat persatuan dan nilai-nilai perjuangan kembali menggema di bumi Langkah Serentak Limbai Sebuai (Bungo) dan Seentak Galah Serengkuh Dayung (Tebo). Di tengah pesatnya pembangunan daerah saat ini, penting bagi generasi muda di kedua kabupaten untuk tidak melupakan akar sejarah serta jasa-jasa para tokoh perintis dan konseptor yang telah meletakkan pondasi awal Kabupaten Bungo Tebo sebelum dimekarkan.

​Adapun urutan Bungo Tebo waktu itu,, Tambunan, H Hoesin Saat, H.Hasan..H Abdul Muthalib dan Sopian Ali. Di antara jajaran pemimpin masa lalu mempunyai kelebihan masing masing dan sangat di cintai masyarakatnya. Dan yang legendaris, nama Almarhum H. Hoessin Saad (H. Hoesin Saat) terpatri kuat dalam ingatan kolektif masyarakat. Beliau merupakan Bupati Bungo Tebo yang dikenal bersahaja, berkarisma, dan dicintai oleh rakyatnya.
​
​Jejak langkah H. Hoesin Saat tidak hanya terukir di kursi birokrasi, tetapi juga di medan perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai prajurit TNI, beliau pernah berjuang bahu-membahu di bawah komando pahlawan legendaris Jambi, Kolonel Abun Jani.
​Pengalaman tempur dan jiwa patriotisme yang ditempa selama masa revolusi menjadikan gaya kepemimpinan beliau sangat tegas namun tetap mengayomi dan merakyat ketika memimpin Kabupaten Bungo Tebo.

​Semasa menjabat sebagai Bupati Bungo Tebo, H. Hoesin Saat mengarsiteki berbagai program strategis daerah. Salah satu peninggalan monumental dari visi pembangunan beliau adalah pembukaan dan pengembangan kawasan Transmigrasi Rimbo Bujang.
​Melalui program transmigrasi tersebut, wilayah yang tadinya kawasan hutan belantara berhasil disulap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sentra pertanian, dan kawasan pemukiman multietnis yang produktif hingga menjadi salah satu wilayah paling maju di Kabupaten Tebo saat ini.

Setelah menyelesaikan masa pengabdian resminya di pemerintahan, Almarhum H. Hoesin Saat memilih untuk menghabiskan banyak masa tuanya di Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu.
​Kehadiran beliau di tengah masyarakat Desa Teluk Kuali meninggalkan kenangan manis yang tak terlupakan. Sikapnya yang tawadu, mudah dijangkau oleh siapa saja, serta kepeduliannya yang tinggi terhadap kearifan lokal dan warisan budaya menjadikan beliau sosok pemimpin tauladan yang dihormati lintas generasi.
​”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Pembangunan pesat di Bungo dan Tebo hari ini adalah buah dari kucuran keringat, pemikiran, dan perjuangan para perintis masa lalu.”
​
​Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi seluruh elemen generasi muda di Kabupaten Bungo maupun Kabupaten Tebo agar tidak memutus rantai sejarah. Para mantan Bupati Bungo Tebo—baik yang telah almarhum seperti H. Hoesin Saat maupun para tokoh senior yang masih hidup—telah menuntaskan tugas sejarahnya dengan memberikan pengabdian terbaik.

​Kini, estafet perjuangan berada di tangan generasi muda. Mengenal dan meneladani nilai-nilai kejuangan para perintis daerah adalah modal utama untuk membangun Bungo dan Tebo yang makin maju, bermartabat, dan sejahtera.( Hi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *