Lapor Kapolri !!, Arogansi Dan Teror Mental Oknum Kades Kuta Tengah Dan Isterinya Berakibat Fatal Bagi Janin Perangkat Desanya

SIDIKALANG, Dairi.Sumut- Perlakuan Intimidasi Psikologi berat yang Dialami Oleh Sejumlah Perangkat Desa Kuta Tengah Kecamatan SINEHU Kabupaten Dairi Sumut, Yang dilakukan oleh isteri Seorang Oknum Kepala, Tepatnya Desa Kuta Tengah mengakibatkan terjadinya Trauma Psikologi berat pada sejumlah Pelayan masyarakat desa Sinehu itu, Hal itu diketahui oleh lingkaran Istana.id Ketika langsung turun ke kantor Desa Kuta Tengah Pada Rabu 18/09/2024.

Seperti kita ketahui Trauma psikologis berat adalah respons emosional yang muncul akibat peristiwa buruk yang dialami seseorang, sehingga membuat mereka merasa tidak aman dan tidak berdaya, Dan Trauma psikologis dapat mengakibatkan terjadinya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan stres akut, Serta gangguan stres pasca trauma (PTSD), Depresi, Kecemasan.

Trauma Psikologis Berat dan juga teror mental yang yang berulang ulang yang hampir tiap harinya dialami oleh Lima Perangkat Desa Kuta Tengah ini bahkan sudah terjadi sejak Marsana Simamora menjabat sebagai Kepala Desa Kuta Tengah usai Pilkades 2023 tahun lalu.

Parahnya lagi bahkan dalam hitungan Minggu setelah dilantik menjadi Kepala Desa, Pada bulan Maret 2024 Kepala Desa yang terkesan arogan dan susah ditemui wartawan ini sudah menghadap kepada Camat Sinehu dan Kadispemdes kabupaten Dairi karena mengeluarkan SP 1 SP2 dan SP 3 terhadap sejumlah perangkat desanya dengan alasan yang terkesan karena hegemoni Pribadi Sang kades, Dimana karena alasan sang kades kurang tepat untuk mengeluarkan Surat Peringatan, Akhirnya Camat Siempat Nempu Hulu Koko Mulianto Angkat tidak bersedia mengeluarkan rekomendasi yang dapat berujung kepada Pemecatan Perangkat Desa tersebut.

Visual Video dan transkrip Audio suara intimidasi berujung teror mental yang di lontarkan oleh isteri kepala desa Kuta Tengah tersebut bahkan sampai sebut sebut ” Mana Wartawan mu, Panggil Polisi mu, Adukan Saya tidak Kau pikir saya takut,” teriak restu br. Tampubolon isteri Sang kades dengan Arogan.

Bahkan dalam transkrip Audio suara yang berhasil didokumentasikan oleh Lingkaran istana.id, Isteri kepala desa yang menjadikan kantor desa seperti rumahnya sendiri itu mengeluarkan kalimat kalimat Asusila yang tak patut diteriak teriakkan di kantor yang Nota Bene sebagai Ruang pelayanan publik melayani masyarakat Kuta Tengah.

Kelima perangkat desa yang dijadikan sebagai tempat melampiaskan teror mental oleh Restu Tampubolon Isteri sang kades Kuta Tengah tersebut antara lain ;
Sefyola Bakara, Adelisna Ompusunggu, Antonius Hutasoit, Rodika Simamora, Eskawaty Hutabarat, Dan kelima lima perangkat desa tersebut kepada Media Lingkaran Istana.id mengatakan bahwa mereka semuanya sudah mengalami Trauma Psikologi Berat akibat dari ulah Isteri Oknum Kepala Desa tersebut.

Yang Paling tragis ialah akibat Trauma Psikologi yang di alami oleh Eskawaty Hutabarat salah satu dari Perangkat desa yang mengalami Intimidasi serta teror mental dari isteri kades tersebut mengakibatkan Anak dalam Rahimnya harus meninggal sebelum sempat rasa kan kasih sayang sang Ibunda apalagi pelukan hangat sang ayah yang sudah lama menanti kelahirannya didunia ini.

Meninggalnya sang Buah hati pada 03 September 2024 pada saat melakukan persalinan yang ditangani oleh dr. Saut di RSUD Sidikalang membuat Eskawaty Hutabarat Serta Suaminya sedih dan merasa terpukul, Dimana diketahui Bayi tersebut ternyata sudah meninggal di dalam kandungan yang disinyalir akibat Teror mental serta Trauma Psikologi yang dirasakan Eskawaty Hutabarat yang dilakukan oleh Kepala Desa Kuta Tengah Marsana Simamora dan Isteri Marsana Simamora Restu Tampubolon sejak Sembilan bulan terakhir Marsana menjadi Kepala Desa Kuta Tengah.

Dengan airmata yang bercucuran dan rasa Trauma Psikologi berat Eskawaty Hutabarat kepada Lingkaran istana.id meminta pendampingan atas kejadian yang mereka alami, “Kepada siapa kami mengadukan Nasib kami Pak, Sembilan bulan terakhir kami berlima mengalami teror mental dan intimidasi dari Kades dan Isterinya Pak, Tolong bantu kami untuk memberitahukan penderitaan yang kami rasakan ini kepada Pj Bupati dan Pj. Sekda Pak, Isteri Kepala Desa ini selalu meneror kami dengan kalimat kalimat yang sumbang dan berteriak teriak, Sehingga kami terganggu untuk bekerja Pak,” Ungkap Kelima perangkat desa itu secara bergantian.

Dalam waktu dekat kepada Lingkaran Istana.id Perangkat Desa yang merasa terzolimi oleh arogansi Kepala Desa Kuta Tengah dan isterinya mengatakan akan menempuh jalur hukum, Dimana kini mereka Berlima juga sangat memerlukan pendampingan Psikiater akibat Trauma Psikologi berat yang mereka rasakan.

Pada saat Lingkaran Istana.id lakukan peliputan pada Rabu 18/09/2024, Bahkan Isteri Oknum Kepala Desa Kuta Tengah ini dengan gayanya yang arogan seakan akan ingin mengobrak Abrik dan mem porak porandakan Kantor Desa Kuta Tengah yang sedang dipimpin Suaminya itu, Seret kursi kesana kemari, dorong meja tak beraturan, Dan kami punya bukti visual video ketika hal itu terjadi.

[M.Panjaitan]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *