MPK Aceh Singkil Adakan Pelatihan 50 Guru Dayah Dan Diniyah Pengelolaan Peningkatan Kapasitas

Aceh Singkil/ lingkaran istana

Majelis Pendidikan Kabupaten (MPK)
Aceh Singkil Adakan Pelatihan
50 Guru dayah dan diniyah pelatihan peningkatan kapasitas di Aula Bappeda Aceh Singkil, Senin
(27/5/2024).

Ketua MPK Ustaz Nasrin, S. Pd.I mengatakan, pelatihan ini di samping memberikan pemahaman terhadap keberadaan dayah dan diniyah juga meningkatkan kapasitas guru dayah dan diniyah sebagai penyelenggara pendidikan.

“Lebih penting lagi pertemuan ini ingin lebih mempererat jalinan silaturrahmi antara guru, saling curah pendapat, dan sama-sama berpikir agar pendidikan dayah dan diniyah di Aceh Singkil bisa maju,” ucap Ustaz Nasrin, S.Pdi.

Dalam kesempatan pelatihan tersebut, tampil narasumber Kankemenag Aceh Singkil, Ustaz H Azhar, M. Ag dan Pimpinan pesantren Daarur Rahmah Sepadan, Kota Subulussalam dan Daarur Rasyid, Silatong, Aceh Singkil Ustaz H Rasyid Bancin.

Dalam pelatihan pertemuan setengah hari itu, Ustaz Azhar mengatakan untuk mendirikan dan mengelola dayah dan diniyah terlebih dahulu harus dibangun integritas, dan niat yang tulus-ikhlas.

“Membangun dayah dan diniyah harus ada niat dan tekad membangun agama Allah karena Allah,” ungkap Ustaz Azhar.

Kemudian, yang harus diperkuat adalah manajemen yayasan sebagai wadah yang mendirikan dayah dan diniyah.

Meskipun begitu, dayah dan diniyah dalam hal dana, tidak boleh terlalu bergantung pada yayasan tetapi harus kreatif mencari usaha-usaha lain.

“Dayah dan diniyah menjadi mandiri,” kata Ustaz Azhar pria kelahiran Bireun itu.

Sementara itu, Ustaz H Rasyid Bancin narasumber lainnya mengatakan, dalam menghidupkan dayah dan diniyah, bukan gedung mewah dan guru yang jenius yang tetapi manajemen yang rapi dan transparansi sangat diperlukan.

Membangun dayah dan diniyah ibarat mengurus negara. Karena itu dayah merupakan suatu negara dalam negara,” ucap Ustaz H Rasyid Bancin mengutip pendapat Gusdur.

Sementara itu Pj Bupati Aceh Singkil Drs Azmi, M. AP saat membuka pelatihan mengatakan, untuk membangun pendidikan dayah dan diniyah di Aceh Singkil.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menganggarkan beasiswa khusus santri dan guru-guru dayah dan diniyah lebih besar untuk menyekolah santri ke Timur Tengah dan negara lain.

Sehingga guru-guru dayah dan diniyah, kata Drs Azmi, berkualitas dan ilmu yang dimiliki mereka semakin tinggi dan mumpuni.

Kemudian melakukan pembinaan dan peningkatan kualitas dayah dan diniyah yang sudah ada di Aceh Singkil dengan mendirikan Dinas Dayah dan Diniyah di Aceh Singkil.

“Khusus peningkatan santri dan guru-guru kita akan mendirikan Ma’had Aly sejenis dayah tinggi (dayah manyang) di Aceh Singkil,” ucap Drs Azmi.

Ini dimaksudkan tambah Azmi agar kualitas guru-guru dayah dan diniyah di Aceh Singkil semakin berkualitas dan mendapatkan gelar.

“Saya sudah minta pada beberapa guru dayah dan MPK untuk menjajaki pendirian Ma’had Aly di Aceh Singkil,” tukas Azmi.

Jurnalis : Yudi Sagala Li tv

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *