Sumpah Mubahalah Khaidir Ali Terganggu, Pendukung H. Paisal Diduga Picu Ricuh

Dumai,-lingkaranistana.com Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa Khaidir Ali (KA), seorang honorer di Puskesmas Dumai, kembali memanas setelah sekelompok pendukung H. Paisal, Wali Kota Dumai 2021-2024, mencoba mengganggu prosesi sumpah mubahalah yang dilakukan oleh KA pada Jumat, 6 Desember 2024. Sumpah ini bertujuan untuk membuktikan bahwa tuduhan pelecehan yang dialaminya adalah benar dan bukan fitnah.

KA mengungkapkan bahwa pelecehan yang dialaminya terjadi sejak 2019, saat H. Paisal masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai. Pelecehan tersebut termasuk permintaan video call tidak pantas dan tindakan fisik yang tidak senonoh. Bahkan, kejadian juga terjadi di masjid saat KA sedang beritikaf. Setelah beberapa kali mendapatkan ancaman dan intimidasi dari pihak pendukung H. Paisal, KA melapor ke polisi untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Pada hari Jumat tersebut, KA memilih untuk melaksanakan sumpah mubahalah di masjid tempat pelecehan itu terjadi sebagai langkah untuk membuktikan kebenaran tuduhannya. Namun, selama proses sumpah berlangsung, sekelompok pendukung H. Paisal datang dan mencoba menghentikan prosesi tersebut, bahkan menyebabkan kericuhan di sekitar masjid. Suasana menjadi tegang dan ramai dengan bentrokan antara kelompok pendukung pelaku dan sebagian warga yang mendukung KA.

H. Paisal Tak Hadir

Meski KA berani menghadapi ujian sumpah mubahalah ini, H. Paisal yang diduga sebagai pelaku pelecehan justru tidak hadir untuk membela dirinya. Hal ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengapa H. Paisal tidak berani mengambil langkah yang sama untuk membuktikan bahwa tuduhan terhadapnya tidak benar.

“Ini adalah langkah saya untuk menunjukkan kebenaran, bahwa saya bukan pemfitnah,” ujar KA setelah proses sumpah mubahalah yang terhambat.

Masyarakat Dumai Mengutuk Tindakan Pengganggu

Peristiwa ini menarik perhatian luas masyarakat Dumai. Banyak warga yang mengecam tindakan kelompok pendukung H. Paisal yang mengganggu prosesi mubahalah. Mereka mendukung upaya KA untuk mencari keadilan dan mengungkap kebenaran.

“Kericuhan ini sangat disayangkan. Kami mendukung KA yang berani mengambil langkah hukum dan membuktikan kebenarannya melalui sumpah mubahalah,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Perlindungan Hukum dan Keadilan

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Dumai yang berharap agar hukum dapat ditegakkan tanpa intervensi politik. Warga menuntut agar pihak kepolisian memberikan perlindungan yang maksimal bagi KA, serta mengusut tuntas kasus pelecehan seksual ini tanpa takut akan tekanan pihak-pihak tertentu. (Red)

Irham.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *