Proyek semenisasi Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, yang diharapkan membawa berkah infrastruktur malah membawa keresahan.
Lingkaran Istana, Kutai Timur –
Proyek semenisasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, yang diharapkan membawa berkah infrastruktur malah membawa keresahan. Alih-alih mulus, jalan yang baru dibangun ini malah lebih mirip arena eksperimen proyek gagal. Kenapa? Karena minimnya pengawasan dan standar kerja yang entah dari mana asalnya!
*Semen Campur Angin, Hasilnya Retak Duluan!*
Menurut investigasi Tim Lingkaran istana (yang ngopi sambil nonton pekerja), campuran semen di proyek ini “terlihat lebih ramah lingkungan” karena minim batu dan pasir, mungkin biar ringan dibawa angin. Akibatnya, jalanan hasil cor-coran ini baru diinjak ayam saja sudah retak-retak, apalagi kalau dilewati roda truk.
“ _Ini mah bukan jalan desa, ini jalan ‘trial error.’ Belum sempat dipakai, udah kayak bubur beton,” ujar Pak_ Bejo, warga setempat yang sering lewat sambil kesandung lubang coran.
Pengawas Lapangan, Kerjanya Cuma ‘Mampir’
Pengawasan proyek ini juga tak kalah ajaib. Pengawas proyek lebih sering muncul di warung kopi dibanding di lokasi pengerjaan.
“ _Kadang muncul kayak artis cameo, terus hilang lagi. Saya kira dia ngecek coran, ternyata cuma cari sinyal buat main WA,” sindir Bu Sri,_ pemilik warung dekat lokasi proyek.
Pengawas, yang seharusnya memastikan standar teknis dipatuhi, malah seperti selebriti yang jarang hadir di lokasi syuting. Akibatnya, kontraktor leluasa mengurangi material dengan dalih “ _hemat anggaran.” Hemat sih hemat, tapi yang rugi siapa_ ? Warga!
*Kontraktor Ala Kadarnya*
Para kontraktor proyek ini bak pengusaha “ *modal nekat.”* Bukannya memakai bahan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), mereka malah memodifikasi standar ala kadarnya.
“ _Tiap semen dicampur bonus debu dan angin! Jalan jadi lebih murah… eh, maksudnya murahan,” kata Pak Man, sopir truk yang kesal karena ban mobilnya tenggelam di jalan belum kering._
*Harapan Warga: Tolong serius Bro* !
Warga Desa Sidomulyo kini meminta pihak berwenang segera turun tangan. Mereka tidak hanya meminta perbaikan proyek, tapi juga menginginkan agar kontraktor dan pengawas diberi “kelas remedial” soal standar proyek.
“ _Kalau gak serius, mending serahin proyek ke anak-anak SMK. Paling gak, hasilnya ada gambarnya bagus,” celetuk_ Mbok Minah sambil geleng-geleng kepala.
Editor: H.Ginting.









