Bupati Labuhanbatu Di Minta Evaluasi Kinerja Dirut PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu

LABUHANBATU SUMUT | Lingkaranistana.id. Sejumlah warga Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu sebagai pelanggan mengeluhkan pelayanan penyaluran air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Bina Labuhanbatu.

Alex salahseorang warga Kampung Sawah Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara kepada wartawan, Rabu (23/4/2025) di Rantauprapat mengaku kecewa atas pelayanan perusahaan air minum milik pemerintah daerah tersebut.

“Dalam 2 hari terakhir, air PUDAM mati berulangkali. Kita tidak tahu alasannya. Terakhir tadi malam hingga pagi air tidak jalan,” ungkap penghuni salahsatu perumahan di Jalan Manab Lubis itu.

Menurutnya, sejak ganti pimpinan PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu, pelayanan kepada pelanggan semakin memburuk seperti, penyaluran air ke rumah sering mati dan kurangnya respon petugas PUDAM saat warga melaporkan pengaduan persoalan tersebut.

“Kami sudah melaporkan kepada petugas pencatat meteran air yang datang ke rumah untuk mengatasi persoalan seringnya air tidak jalan, namun tetap saja masalah air mati terjadi berulang kali,” beber Alex.

Alex berharap, Bupati Labuhanbatu dr Hj Maya Hasmita dapat mengevaluasi kinerja Dirut PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu agar masyarakat pelanggan merasa nyaman.

Selain Alex, warga juga mengeluhkan pelayanan PUDAM Labuhanbatu melalui komentar di media sosial Facebook

Pantauan wartawan, akun Amel Sarah yang mempertanyakan air pam sering mati dan hari ini sudah dua kali. Tadi jam 5 sudah mati.

Karena seringnya air tidak jalan, pemilik akun tersebut mengungkapkan dirinya sampai menumpang mandi ke rumah tetangganya.

Amel juga membuat postingan di salahsatu grup Facebook yang menunjukkan video air yang diduga kurang jernih seperti warna cappucino yang berasal dari penyaluran air PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu

Terpisah, Direktur PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu Lutfi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya menanggapi persoalan tersebut, karena adanya sejumlah masalah teknis seperti pipa yang rusak atau pecah.

Selain itu, kata Lutfi, penyebab tidak tersalurnya air adalah padamnya listrik. Karena menurutnya PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu bergantung pada listrik PLN “ucapnya”

(Ally Hura)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *