Wakili Bupati Dairi, Surung Charles L. Bantjin Hadiri Forum Group Dicussion Di Medan

SIDIKALANG, Dairi.Sumut- Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Surung Charles L. Bantjin Kamis 03juni 2025 hadiri Forum Group Discussion [FGD] Penerapan 5 [lima] Hari Sekolah yang dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar lt.2 Kantor Gubsu Jl. Diponegoro No. 30 Medan.

Tanpak FGD tersebut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Erni Ariyanti beserta unsur unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Utara, Akademisi, Lembaga dan Pemerhati Pendidikan, Tokoh Agama dan Masyarakat serta stakeholder terkait.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga mengatakan bahwa FGD ini merupakan forum konsolidasi serta forum pengambilan keputusan terakhir terkait  petunjuk teknis dan kajian akademik pelaksanaan lima hari sekolah tingkat SMA/SMK dilingkungan Pemprovsu, Dimana Dinas Pendidikan Provinsi sumut telah melakukan upaya upaya pengkajian ilmiah dan soial, Menerima masukan dari publik dan juga melibatkan Forkopimda, Lembaga pendidikan serta organisasi keagamaan dan masyarakat.

Kemudian mengadakan Sosialisasi kepada kepala Sekolah dan guru, Serta melakukan survei publik yang melibatkan guru, Siswa, Orang tua, OPD serta Lembaga Swadaya Masyarakat [lsm], Dan dari hasil pengkajian tersebut menunjukkan hal yang akan mendukung terealisasinya penerapan lima hari sekolah.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa Penerapan 5 (lima) Hari Sekolah sudah melewati proses pengkajian dan penelitian yang panjang, Dan untuk lebih mempertimbangkan dampak  terhadap pembelajaran di sekolah khususnya SMA/SMK, Baik negeri maupun swasta, yang akan berlaku mulai tahun ajaran baru 2025/2026, Dia menyampaikan agar program tersebut dapat ditanggapi dengan cepat oleh Kepala Daerah agar dikaji dan diterapkan ditingkat SD dan SLTP ditingkat Kabupaten/Kota.

Karena program ini bertujuan untuk memberikan waktu lebih berkualitas bagi siswa bersama keluarga, terutama pada hari Sabtu dan Minggu, serta mengurangi potensi dampak negatif kegiatan sekolah di luar jam belajar, Bobby menilai, dengan mengatur waktu siswa lebih efektif, Maka potensi mereka terlibat dalam tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba bisa ditekan. “Ini salah satu bentuk komitmen kita untuk menekan angka tawuran, Narkoba dan juga kejahatan geng motor,” sebut Bobby.

Lebih dari itu, liburnya hari Sabtu juga diharapkan bisa dalam memperkuat hubungan antara anak dan keluarga. Bobby menyebut selama ini banyak siswa yang justru jarang memiliki waktu berkualitas dengan orang tua karena padatnya kegiatan sekolah.

Turut hadir dalam FGD tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Mariady Harsoyo Simanjorang, Kabag Hukum Setda Arjun Nainggolan. [M.Panjaitan]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *