Banom NU Indramayu Gelar Doa Bersama, Batalkan Aksi Solidaritas

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Rencana aksi solidaritas yang semula akan digelar di halaman Mapolres Indramayu, akhirnya batal dilakukan. Sebagai gantinya, keluarga besar Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) Indramayu memilih menggelar doa bersama di Gedung PCNU Indramayu, Jalan Gatot Subroto. Pada Senin/01/09/2025.

Pilihan ini dinilai lebih menyejukkan di tengah dinamika sosial yang berkembang. Doa bersama dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Indramayu, KH M Mustofa, dengan kehadiran Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, para tokoh agama, pengurus Banom NU, dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, KH M Mustofa menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sebatas ritual keagamaan, tetapi merupakan ikhtiar spiritual untuk menjaga keharmonisan di Indramayu.

‎“Doa ini adalah doa untuk keselamatan bangsa, khususnya Indramayu. Kita ingin semua elemen tetap bersatu, tidak terpecah oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. Persatuan adalah kunci menjaga ketenteraman,” ujarnya.

Oplus_131072


Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menyampaikan apresiasinya atas keputusan Banom NU. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

‎“Kami sangat menghormati keputusan PCNU dan Banom NU. Doa bersama ini membawa energi positif, sekaligus menunjukkan bahwa aspirasi bisa disampaikan dengan cara-cara yang menyejukkan. Ini menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.

Doa bersama tersebut dipandang sebagai simbol kedewasaan demokrasi di tingkat lokal. Ketika sejumlah daerah lain menghadapi gejolak aksi massa, Indramayu justru tampil dengan cara yang lebih menenangkan. Kehadiran ulama dan aparat keamanan dalam satu forum juga menggambarkan sinergi agama dan negara dalam menjaga stabilitas.

Bagi masyarakat Indramayu, momen doa bersama menjadi ajang memperkuat rasa kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen menjaga kedamaian. Suasana khidmat terlihat saat para peserta memanjatkan doa agar Indramayu senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari perpecahan.

Langkah Banom NU Indramayu ini pun menuai apresiasi luas dari berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum. Banyak yang menilai, model penyampaian aspirasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengelola perbedaan tanpa menimbulkan gesekan.

Dengan doa bersama tersebut, Banom NU Indramayu menegaskan bahwa solidaritas tidak melulu diwujudkan melalui aksi turun ke jalan, melainkan juga dapat ditransformasikan lewat jalur spiritual yang menghadirkan ketenangan.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *