Kabupaten Indramayu Barat Mengemuka, Kroya Disiapkan Jadi Pusat Pemerintahan

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Rencana pemekaran Kabupaten Indramayu kian mendekati kenyataan. Berdasarkan kajian Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2021, Desa Sukaslamet di Kecamatan Kroya ditetapkan sebagai calon pusat pemerintahan Kabupaten Indramayu Barat.

Kecamatan Kroya dianggap paling representatif karena letaknya strategis, sekitar 20 kilometer dari pusat Kabupaten Indramayu. Posisi ini juga berada pada jalur penghubung menuju Cirebon dan Majalengka, sehingga diharapkan mampu mempercepat mobilitas ekonomi.

Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 2 hektar sebagai titik nol kilometer. Di lokasi inilah nantinya akan berdiri kantor bupati, DPRD, serta fasilitas publik utama. Estimasi biaya tahap awal pembangunan diproyeksikan mencapai Rp100 miliar, bersumber dari hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat kunjungan ke Kroya pada 28 Agustus 2025 menegaskan pembangunan akses jalan serta utilitas dasar segera dimulai sebagai penanda lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB).

Kecamatan Kroya sendiri memiliki luas 135,55 km² dengan penduduk mencapai 66.549 jiwa. Potensi ekonomi wilayah ini cukup besar, mulai dari pertanian padi hingga pariwisata pantai. Meski demikian, tantangan berupa banjir musiman masih menjadi perhatian.

Selain dana hibah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan Rp50 miliar untuk melanjutkan studi kelayakan. Kemendagri turut mengawal proses agar sesuai dengan ketentuan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Tokoh masyarakat Kroya, Kasdi alias Dewan, menyambut positif rencana pemekaran tersebut.

“Hal ini sangat cocok disamping posisinya berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten pendukung hingga akses ekonomi berjalan sangat baik,” papar Kasdi kepada awak media, Kamis/25/09/2025.

Lanjutnya, “Disamping itu akses ke jalan Tol juga dekat dan lahan juga masih luas,” pungkasnya.

Jika disetujui DPRD Provinsi Jawa Barat pada akhir 2025, Kabupaten Indramayu Barat diproyeksikan resmi beroperasi pada 2027. Skema ini serupa dengan pemekaran Kabupaten Tulang Bawang di Lampung yang terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan warga pun cukup besar. Survei tahun 2024 mencatat 80% masyarakat di 10 kecamatan calon wilayah Indramayu Barat menyatakan setuju. Namun, dari pihak Kabupaten Induk Indramayu masih muncul kekhawatiran, terutama terkait pembagian aset vital seperti rumah sakit daerah dan pasar.

Daftar 10 Kecamatan Calon Kabupaten Indramayu Barat (BPS 2023):
• Kroya: 135,55 km², 66.549 jiwa
• Bongas: 48,74 km², 51.085 jiwa
• Anjatan: 85,52 km², 89.502 jiwa
• Sukra: 44,50 km², 49.549 jiwa
• Patrol: 43,06 km², 61.123 jiwa
• Haurgeulis: 64,46 km², 92.189 jiwa
• Gantar: 120,89 km², 85.432 jiwa
• Terisi: 110,23 km², 78.901 jiwa
• Kandanghaur: 95,67 km², 72.345 jiwa
• Gabus Wetan: 89,34 km², 31.280 jiwa.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *