Rutan Kelas ll Bangil Gelar M.CVT, Deteksi Dini Pencegahan Penyakit HIV/AIDS di Kawasan Rutan.

Pasuruan – LingkaranIstana.id

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bangil menggelar Mobile Voluntary Counseling and Testing alias VCT.Dalam pencegahan yang muncul penyakit HIV/AIDS yang di derita warga binaan Kegiatan yang di laksanakan pada Pukul 08.30 WIB sampai pukul 12.30 WIB.

Dalam program M.VCT ini diikuti oleh 3 Staf Kesehatan Pelayanan Tahanan, 1 orang perwakilan dari Dinas Kesehatan, 24 orang dari PJ HIV dari Puskesmas di Kab. Pasuruan, dan 605 orang WBP. Screening M.VCT HIV/AIDS ini dilaksanakan  dari pukul 8.30 sampai pukul 12.30 WIB.yang bertempat di Aula Utama Rutan Bangil, Rabu,1-10-2025

Kegiatan M.VCT ini pihak rutan bangil bekerja sama atau berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan serta beberapa puskesmas terdekat diantara nya ,Puskesmas  Bangil,Raci,Beji,Labkesda,Pregen,Purwosari,Pandaa,Winongan dan Sukorejo dan tiap puskesmas 60 WBP dengan jumlah 605 WBP.

dr.Ervinda dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan memimpin Pelaksanaan kegiatan M. VCT ini, seluruh warga binaan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes kesehatan ini guna memastikan kondisi mereka tetap terpantau dengan baik.

Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi menyampaikan bahwa tujuan diadakannya scrining ini HIV/AIDS tak lain untuk meningkatkan layanan kesehatan dan deteksi dini dari penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

“Karena rutan itu diisi oleh banyak WBP yang berkumpul di satu sel. Jadi potensi penyebaran penyakit itu tinggi sekali kalau tidak diantisipasi sedini mungkin, apalagi penyakitnya menular,” kata Karutan bangil.

Di samping itu Karutan Bangil Yanuar,menjelaskan bahwa  screening HIV/AIDS menjadi kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap 3 bulan sekali. Selama screening dilakukan, semua WBP secara bergantian diperiksa kesehatannya. Namun untuk hasil pemeriksaan baru diperoleh seminggu kemudian. katanya.

” Program ini juga memperkuat sinergi antara pihak rutan dan Dinas Kesehatan dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS secara terpadu, serta mendukung program nasional dalam meningkatkan deteksi dini agar tindak lanjut pengobatan dapat segera diberikan.<span;>kegiatan ini sebagai langkah awal bentuk pemenuhan hak WBP dalam bidang kesehatan.”

Kepala Rutan Bangil Yanuar menegaskan bahwa scrining HIV/AIDS sudah dimulai beberapa bulan lalu. Hasilnya, tercatat ada 9 WBP yang terpapar HIV/AIDS sehingga harus mendapatkan perhatian khusus agar dapat memahami cara agar tak sampai menularkan penyakitnya ke WBP lainnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang terjalin. Sebab kesehatan warga binaan adalah prioritas utama, sehingga kegiatan seperti ini akan terus kami dukung demi terciptanya rutan yang sehat dan produktif,” tegas Karutan bangil.

dr. Ervinda,menyampaikan bahwa adanya  kegiatan ini tidak hanya sebatas tes HIV, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan, pola hidup bersih, serta kesadaran terhadap bahaya penyakit menular.

“Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus menjadi upaya preventif dalam mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan Rutan Bangil,” harapan dr.Ervinda.(Hery)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *