Ketua FPWI Kritik Keras Sikap Tertutup Ketua Panpilwu Karangampel Kidul

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id — Sikap tidak kooperatif yang ditunjukkan Ketua Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) Desa Karangampel Kidul, Andri, S.Pd, menuai sorotan tajam dari kalangan wartawan. Sejumlah jurnalis yang meliput tahapan pengundian nomor urut Calon Kuwu di Aula Kantor Kecamatan Karangampel, mengaku kecewa karena Andri diduga menghindari permintaan konfirmasi setelah acara berlangsung.
Pada Selasa/25/11/2025.

Kamaludin, pewarta Transtwonews, menilai tindakan tersebut merugikan kerja jurnalistik yang membutuhkan akses informasi resmi dari panitia penyelenggara Pilwu.

“Kami ini butuh informasi dan keterangan panitia untuk update ke publik terkait Pilwu Desa Karangampel Kidul. Sayang mereka malah menghindar dan tidak menghargai kerja jurnalistik. Jujur kami kecewa,” terang Kamaludin.

Ia menegaskan bahwa sikap tertutup Panpilwu bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mengamanatkan hak masyarakat untuk memperoleh informasi dari badan publik, termasuk panitia Pilwu yang menggunakan anggaran APBD.

“UU ini mewajibkan badan publik untuk menyediakan dan melayani permintaan informasi, serta memberikan informasi proaktif yang penting bagi publik tanpa perlu diminta. Apalagi Panpilwu tahun ini dibiayai dari APBD yang semestinya transparan dan publik wajib tahu,” jelasnya.

Kekecewaan semakin terasa ketika puluhan jurnalis dari berbagai media berupaya meminta klarifikasi terkait teknis pelaksanaan, regulasi, hingga pengelolaan anggaran Pilwu Karangampel Kidul. Namun Andri disebutkan justru memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan apa pun.
Hal tersebut memunculkan berbagai dugaan di kalangan media mengenai alasan di balik sikap ketertutupan panitia.

“Transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Pilwu sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat terkait proses demokrasi tingkat Desa,” tegas Kamaludin.

Ketua Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), Chong Soneta, juga mengecam keras tindakan Ketua Panpilwu yang dinilai tidak menghargai tugas jurnalis.

“Kami curiga, ada apa dibalik sikap Panpilwu yang menghindar dari wartawan. Jika mereka bersih, kenapa harus risih,” kata Chong yang akrab disapa Achong.

Ia turut mengingatkan para wartawan agar tetap menjunjung etika profesi ketika bertugas.

“Achong juga menghimbau, agar teman-teman di lapangan juga bersikap baik, proaktif dan menjaga etika dan marwah wartawan sesuai amanat kode etik jurnalistik,” tegas Chong Soneta.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *