Forkopimcam Balongan dan Panitia Pilwu Sudimampir Gelar Mediasi Pasca Kericuhan Pengambilan Nomor Urut

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Forkopimcam Balongan bersama Panitia Pemilihan Kuwu Sudimampir menggelar mediasi untuk meredam ketegangan pasca insiden saling lempar batu antar pendukung saat pengambilan nomor urut calon Kuwu di Balai Desa Sudimampir pada Selasa /25/11/2025.

Pertemuan yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Balongan, Rabu /26/11/2025, dihadiri dua calon Kuwu beserta para pendukung, unsur TNI/Polri, serta jajaran pemerintah kecamatan. Mediasi ini dilakukan setelah video kericuhan berdurasi sekitar satu menit sempat viral di media sosial.

Panitia Pilwu Sudimampir, Yachya, menegaskan bahwa koordinasi dengan Forkopimcam dilakukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan aman dan kondusif. “Kami dari panitia pemilihan Kuwu berharap insiden kemarin tidak terulang kembali dan semua masa pendukung bisa saling memahami situasi politik tanpa harus menjatuhkan orang lain,” ujarnya.

Yachya juga menambahkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan TNI/Polri guna menyukseskan Pilwu serentak.
Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo, menyampaikan pesan tegas kepada kedua calon, H. Wukir dan Artono, agar memberikan edukasi kepada para pendukungnya. “Dalam insiden kemarin saya pribadi juga sangat miris menyaksikan, apalagi saya ada di lokasi kejadian. Namun hal ini bisa dimaklumi karena pesta demokrasi, meski sangat disayangkan ketika memakan korban meski pun luka ringan. Kami Forkopimcam Balongan akan memediasikan dan mari kita bersama-sama memberikan solusi terbaik untuk Sudimampir bersatu,” ucapnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana damai hingga hari pemilihan.
Kapolsek Balongan, AKP Dedi Wahyudi, memastikan bahwa pengamanan maksimal akan diterapkan selama tahapan Pilwu. “Polri akan terus berikan pengamanan yang maksimal dan akan menindak tegas apabila ada hal yang melakukan tindakan anarkis saat pelaksanaan pemilihan Kuwu di empat desa di Kecamatan Balongan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa satu pleton Dalmas akan disiagakan di Balai Desa Sudimampir untuk mengantisipasi kericuhan saat pemungutan suara.

Melalui proses mediasi, kedua calon serta pendukung menyepakati beberapa poin penting, di antaranya:
1. Tidak ada kampanye pada 2–4 Desember.
2. Silaturahmi calon dengan pendukung diperbolehkan dengan pendamping maksimal delapan orang.
3. Masing-masing calon wajib memberikan edukasi kepada pendukung agar tetap damai dan kondusif.
4. Pengamanan TPS dilakukan dengan penempatan satu personel Polri dan satu TNI pada setiap TPS.
Acara ditutup dengan saling memaafkan dan penandatanganan notulen kesepakatan bersama oleh kedua calon, H. Wukir (02) dan Artono (01), sebagai langkah menjaga situasi tetap aman menjelang Pilwu serentak 10 Desember 2025.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *