Aceh Singkil-Lingkaran Istana.id Pulau Banyak gugusan pulau-pulau besar kecil dengan luas wilayah 29,5 km2 terletak di samudra Indonesia,diapit Pulau Nias dan Pulau Simeulue,sebelah barat Ibu Kota Aceh Singkil.Awal mula Pulau Banyak dikenal wisatawan manca negara sejak 1992,dimana saat itu belum ada pondok (cottage) penginapan hanya pondok penjaga kelapa.Dimana wisatawan itu bermalam.
Dan di pulau Balai (Ibu Kota Pulau Banyak)juga penginapan belum ada hanya menjual jasa rumah penduduk.Karena semangat yang konsisten dari pemandu wisata,maka arus kunjungan wisatawan terus meningkat.Dengan tehnik pemanduan alami (naturalist Gaiding) sehingga waktu kunjungan rata-rata satu minggu bahkan satu bulan.Wisatawan diajak membaur dengan penduduk ,memperkenalkan adat istiadat,seni budaya,dan kuliner lokal,ini salah satu daya tarik yang signifikan bagi wisatawan.
Pulau Banyak terus berkembang dengan hadirnya media sosial, mempengaruhi kemajuan pariwisata,baik wisatawan manca negara maupun wisatawan Nusantara.Sehingga membias kepada pertumbuhan ekonomi dan investasi di sektor pariwisata saat ini,seperti tumbuhnya pondok apung (floating cottage),bus travel,armada Ferry, penerbangan Udara,dan speed boat design spesifik wisata,selancar (surfing).
Disamping itu penginapan dan hotel,tempat bermain anak,kolam renang dan termasuk restaurant yang menyajikan kuliner masakan lokal dan minuman ringan terus tumbuh dan berkembang di Aceh Singkil.Ini merupakan kemajuan ekonomi masyarakat secara langsung dan transparan dari sektor pariwisata.
Peran aktif antara Pemerintah Daerah dan pelaku wisata sangat dibutuhkan untuk menciptakan aroma bisnis pariwisata berkelanjutan dan inklusif.oleh sebab itu perlu penataan objek wisata yang optimal,ramah lingkungan,penghijauan dan bersih.
Wisata bahari Pulau Banyak punya potensi yang besar sebagai pilar usaha mandiri masyarakat untuk menopang kemajuan perekonomian Aceh Singkil,untuk itu perlu regulasi investasi dalam meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD).
penulis/reporter : (D).












