TEBO // Lingkaranistana.id.– Sebuah mobil minibus jenis Kijang Super warna abu-abu tanpa plat nomor polisi tercebur ke Sungai Batanghari saat hendak menaiki tempek kayu bermesin di Dusun Suko Berajo, Desa Paseban, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.
Mobil tersebut diduga dalam kondisi bermuatan ketika hendak menyeberang menggunakan tempek penyeberangan yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai akses transportasi penghubung antarwilayah.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media. Ia mengatakan, tempek penyeberangan itu memang selama ini digunakan untuk menyeberangkan kendaraan kecil maupun masyarakat umum.
Menurutnya, fasilitas jalan dan tempek tersebut merupakan Kolaborasi dana BUMDes dan dana bantuan dari PT LAJ melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang kemudian diserahkan kepada BUMDes untuk dikelola.
“Tempek itu diperuntukkan melayani karyawan PT LAJ yang hendak menyeberang untuk bekerja deres karet. Namun tidak hanya untuk karyawan PT.LAJ saja Tempek juga digunakan untuk masyarakat umum karena sangat membantu akses penyeberangan,” ujar warga.
Ia menambahkan, keberadaan tempek penyeberangan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, meskipun pengguna dikenakan biaya jasa penyeberangan.
“Dengan adanya tempek ini masyarakat merasa terbantu karena tidak perlu antre lama akibat keterbatasan alat penyeberangan,” katanya.
Namun naas, saat proses menaikkan kendaraan ke atas tempek, mobil Kijang Super minibus tersebut diduga tergelincir hingga akhirnya tercebur ke Sungai Batanghari.
“Tempek itu memang biasa untuk mobil kecil. Tapi kali ini mobil Kijang yang diduga bermuatan itu tergelincir dan jatuh ke sungai,” tambahnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga bersama pengelola penyeberangan langsung melakukan upaya pertolongan dan pengamanan di lokasi kejadian.
Peristiwa itu pun menjadi perhatian masyarakat setempat mengingat aktivitas penyeberangan menggunakan tempek kayu masih menjadi akses penting bagi warga di wilayah VII Koto Ilir.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta para pengemudi lebih berhati-hati saat menaikkan kendaraan ke atas tempek penyeberangan, terutama ketika membawa muatan.
“Ke depan kami berharap pengemudi lebih waspada dan berhati-hati agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutup warga. (Tim)












