Mengenang Jenderal Ryamizard Ryacudu: KSAD yang Memimpin Langsung Kontak Tembak di Aceh

 

JAKARTA.Lingkaran istana id.– Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5/2026), dalam usia 76 tahun.

Kepergian mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia tersebut meninggalkan banyak kenangan tentang dedikasi, keberanian, dan kepemimpinannya di medan tugas.

Salah satu peristiwa yang masih dikenang terjadi pada 20 Februari 2005 di wilayah Lhoknga, Aceh Besar, saat konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) masih berlangsung. Ketika itu, Jenderal Ryamizard yang menjabat sebagai KSAD sedang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pembangunan infrastruktur pascatsunami Aceh 2004.

Di tengah kunjungan tersebut, terjadi kontak senjata antara pasukan TNI dan kelompok bersenjata GAM di Desa Cot, Kecamatan Lhoknga. Mendengar laporan mengenai baku tembak yang berlangsung tidak jauh dari lokasi kunjungannya, Ryamizard langsung mengarahkan rombongan menuju titik kontak.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, Ryamizard tidak hanya memantau situasi dari belakang. Dengan menyandang senjata laras panjang, ia turun langsung ke lapangan, memimpin pengejaran terhadap kelompok GAM yang melarikan diri menuju kawasan rawa dan perbukitan.

Dalam kontak tembak yang berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit tersebut, Ryamizard beberapa kali terlihat memberikan instruksi kepada pasukan sambil ikut terlibat dalam pertempuran. Tindakan tersebut menjadi bukti nyata keberaniannya sebagai seorang pemimpin militer yang berada di garis depan bersama anak buahnya.

Kapten CPM Anwar Riyadi, yang saat itu bertugas di wilayah konflik Aceh, mengenang momen tersebut sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.

“Kami justru ketar-ketir melihat Jenderal ikut baku tembak. Beberapa kali saya memperhatikan beliau karena khawatir terjadi sesuatu. Namun syukurlah, seluruh personel selamat,” kenangnya.

Kepemimpinan Ryamizard dikenal tegas, berani, dan dekat dengan prajurit. Ia menjadi sosok yang dihormati karena tidak hanya memimpin dari ruang komando, tetapi juga hadir langsung di lapangan saat pasukan menjalankan tugas negara.

Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia. Jejak pengabdian, keberanian, serta keteladanannya akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus.

Selamat jalan, Jenderal. Bangsa Indonesia akan selalu mengenang pengabdian dan keberanianmu dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lingkaran istana id.(Suparudin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *