ACEH SINGKIL – LI Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil memastikan seluruh stok obat-obatan dan vaksin yang tersimpan di gudang farmasi berada dalam kondisi aman, layak digunakan, serta tetap memenuhi standar mutu. Gangguan teknis yang sempat terjadi pada salah satu kulkas penyimpanan dipastikan tidak berdampak terhadap kualitas obat maupun pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Aceh Singkil, dr. Mardiana, M.K.M., (Minggu, 19/07/2026), menjelaskan bahwa kulkas farmasi tersebut merupakan aset pengadaan Tahun Anggaran 2016 yang telah digunakan selama kurang lebih 10 tahun. Menurutnya, penurunan fungsi pendingin terjadi akibat faktor usia pakai alat dan baru terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menegaskan, RSUD Aceh Singkil berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan aset secara cepat, transparan, dan akuntabel.
Sebagai langkah awal, manajemen rumah sakit saat ini tengah mendatangkan teknisi yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kulkas farmasi tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah yang paling tepat dan efisien.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan unit masih layak diperbaiki dengan biaya yang ekonomis, maka RSUD akan segera melakukan perbaikan agar aset tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara optimal. Sebaliknya, apabila kerusakan dinilai sudah terlalu berat dan tidak lagi layak diperbaiki karena faktor usia, pihak rumah sakit akan melakukan pengadaan kulkas farmasi baru yang memenuhi standar penyimpanan obat dan vaksin.
”Seluruh langkah yang kami lakukan mengacu pada rekomendasi BPK sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola aset yang baik. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan ketersediaan obat, keamanan penyimpanan, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Aceh Singkil tetap berjalan optimal tanpa hambatan,” tegas dr. Mardiana.
Manajemen RSUD Aceh Singkil juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir, karena seluruh pelayanan kesehatan, termasuk penyediaan obat dan vaksin, hingga saat ini tetap berlangsung sebagaimana mestinya dengan mengedepankan standar keselamatan pasien dan mutu pelayanan.
(IsmaiL)









