Listrik Padam, Amarah Menyala: LAMPU Guncang PLN Tanjungbalai, Tuntut Jawaban Tanpa Dalih.

Tanjungbalai, lingkaranistana.id Aksi unjuk rasa yang digelar Lintas Aktivis Masyarakat dan Pemuda Bersatu (LAMPU) Tanjungbalai di depan Kantor PLN ULP Tanjungbalai, Jumat (7/8/2026), berlangsung memanas.

 

Massa tidak hanya menyampaikan tuntutan melalui pernyataan sikap, tetapi juga mencecar pihak PLN dengan berbagai pertanyaan terkait seringnya pemadaman listrik yang belakangan terjadi di Kota Tanjungbalai.

 

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan kelistrikan yang dinilai belum memberikan kepastian kepada masyarakat. Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi terus mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

 

Dalam dialog terbuka, massa mempertanyakan penyebab utama pemadaman listrik yang berulang, alasan jadwal pemadaman yang dinilai kerap tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, hingga langkah konkret PLN untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi.

 

Namun, jawaban yang disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Manager PLN Tanjungbalai dinilai belum mampu menjawab substansi pertanyaan massa. Beberapa peserta aksi tampak menyela penjelasan karena menganggap jawaban yang diberikan masih bersifat normatif dan tidak memberikan kepastian mengenai solusi maupun waktu penyelesaian persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

 

Andrean Hanif, Ketua Umum Tim Hanif salah satu Perwakilan LAMPU menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas dan transparan, bukan sekadar pernyataan bahwa persoalan akan diteruskan kepada pimpinan.

 

Plh Manager PLN menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sementara dan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi serta tuntutan massa akan diteruskan kepada Manager PLN Tanjungbalai yang saat ini sedang berada di luar kota.

 

Pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan sebagian massa karena mereka berharap mendapat penjelasan langsung dari pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.

 

Dalam pernyataan sikapnya, LAMPU mendesak PLN Tanjungbalai agar terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik, menyampaikan informasi jadwal pemadaman secara akurat, memperbaiki sistem kelistrikan, serta bertanggung jawab atas kerugian masyarakat.

 

Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan maupun komitmen teknis yang disampaikan pihak PLN selain memastikan seluruh aspirasi akan dilaporkan kepada Manager PLN untuk ditindaklanjuti.

 

Massa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons yang dianggap memadai.(Artika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *