​Misteri Bus Gaib ‘Putra Tanjung’ dan Bukit Kancah: Cerita Mistik Warga Desa Tanjung Simalidu dan Teluk Lancang Tebo

Oplus_131072

​TEBO, LINGKARANISTANA.ID – Di balik rimbunnya perbukitan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, tersimpan kisah mistis dan tradisi lisan yang hingga kini diyakini oleh masyarakat Desa Tanjung Simalidu dan Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto. Salah satu lokasi yang paling disakralkan adalah Bukit Kancah, sebuah wilayah keramat yang dipercaya menjadi tempat bersemayamnya para leluhur pelindung anak cucu di kedua desa tersebut.

​Misteri Bukit Kancah bukan sekadar cerita pengantar tidur, melainkan bagian dari kearifan lokal yang dirasakan langsung oleh warga setempat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kerap menyaksikan kejadian di luar akal sehat.
​Salah satu cerita misteri yang masih hangat dan dipercaya warga hingga saat ini adalah legenda melintasnya kendaraan penumpang merek “Putra Tanjung”. Mobil atau bus armada tersebut diketahui sudah lama tidak beroperasi lagi di dunia nyata. Namun, warga kerap melihat mobil itu masih melintas di jalan raya dari arah Tanjung Simalidu menuju daerah Koto Baru, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dengan kondisi sarat penumpang.

​Masyarakat setempat meyakini, penumpang penuh di dalam mobil gaib tersebut adalah para penghuni atau leluhur Bukit Kancah yang sedang pergi bepergian, belanja, atau bermain ke wilayah Sumbar. Fenomena ini memang tidak masuk akal sehat, namun keberadaan mobil legendaris itu secara nyata masih sering disaksikan langsung oleh warga di sepanjang jalan raya.

​Salah seorang warga setempat, Candores, mengungkapkan bahwa keberadaan Bukit Kancah dan perlindungan dari para leluhur sudah menjadi cerita turun-temurun yang melekat erat di tengah masyarakat.
​”Cerita dari mulut ke mulut dari dahulu, andaikan warga dari dua desa tersebut mengalami kesulitan—seperti tidak sanggup membayar tunggakan atau cicilan mobil—tiba-tiba saja mobil itu sudah ada yang melunasi. Warga meyakini yang membayar itu adalah pihak keluarga atau leluhur yang sudah meninggal dunia,” ujar Candores.

​Senada dengan hal tersebut, tokoh adat setempat, Datuk Nyoman, menjelaskan beberapa fenomena unik lainnya yang kerap terjadi saat warga beraktivitas di luar rumah maupun ketika menggelar hajatan.
​”Jika warga pergi ke luar atau masuk ke dalam hutan, rasanya seperti ada yang mengawal dan menjaga keselamatan. Selain itu, kalau ada warga yang menggelar kenduri atau hajatan, wajib dipasang ‘pagar gaib’. Kalau tidak dipasang, hidangan makanan yang disajikan bisa raib dan habis secara misterius,” jelas Datuk Nyoman.

​Datuk Nyoman juga menambahkan fenomena sosial yang terjadi pada warga kurang mampu serta tingkat keamanan di kawasan tersebut.
​”Jika warga yang kurang mampu menggelar kenduri, anehnya kotak tempat sumbangan uang tiba-tiba bisa terisi penuh. Selain itu, pada malam hari kendaraan warga yang diparkir di luar rumah tidak ada yang berani mencuri karena rasa takut dan hormat akan perlindungan gaib di sini,” pungkasnya.

​Rangkaian fenomena dan keberadaan misteri Bukit Kancah ini menjadikan Desa Tanjung Simalidu dan Desa Teluk Lancang sebagai salah satu wilayah paling unik di Kabupaten Tebo. Di tengah arus modernisasi, tradisi lisan dan rasa hormat terhadap ikatan sejarah leluhur tetap terpelihara erat oleh masyarakat Kecamatan VII Koto.(Hi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *