Pejuang DOB Riau Pesisir Gelar Rapat Akbar di Dumai, Matangkan Persiapan Menuju Deklarasi 10 November 2026

DUMAI,lingkaranistana.id Sabtu, 31 Oktober 2026. Ribuan harapan masyarakat wilayah pesisir Riau terangkum dalam satu momentum penting. Para pejuang Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Riau Pesisir menggelar Rapat Akbar di Hotel Sona View, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai, pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 18.00 WIB ini menjadi tonggak penting penyatuan visi dan strategi menuju Deklarasi Provinsi Riau Pesisir yang dijadwalkan dilaksanakan secara terbuka pada 10 November 2026 di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, dengan semboyan: “Bersatu Mengukir Sejarah, Bergerak Mewujudkan Provinsi Baru.”

Aspirasi pembentukan Provinsi Riau Pesisir telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat selama beberapa waktu. Dorongan ini muncul dari kesadaran bersama akan kebutuhan pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan potensi ekonomi khas pesisir. Masyarakat menginginkan kehadiran pemerintahan yang lebih dekat, responsif, dan mampu mengelola potensi lokal secara optimal demi kesejahteraan warga.

Perjuangan ini tidak didasari semangat pemekaran semata, melainkan pada keinginan kuat untuk membuka peluang baru dalam pengelolaan sumber daya alam dan manusia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah pesisir Riau.

Rapat Akbar yang digelar hari ini bukan sekadar pertemuan biasa. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama: menyatukan pandangan dan persepsi seluruh elemen pejuang DOB Riau Pesisir; memperkuat konsolidasi antar tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi, dan kelompok masyarakat; mematangkan strategi serta langkah perjuangan pembentukan provinsi baru; membahas kesiapan teknis, administrasi, dan pelaksanaan deklarasi mendatang; membangun dukungan masyarakat yang lebih luas; serta memperkuat komunikasi dan koordinasi antardaerah yang masuk dalam wilayah perjuangan Riau Pesisir.

Kegiatan berjalan secara bertahap dan terstruktur. Pukul 14.00–14.30 WIB dimulai dengan registrasi dan penyambutan peserta undangan, diikuti pembukaan serta pembacaan doa pada pukul 14.30–14.45 WIB. Sambutan Ketua Panitia disampaikan pada sesi berikutnya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan arah perjuangan DOB Riau Pesisir, pandangan dan dukungan dari para tokoh masyarakat, dialog strategis dan konsolidasi, pembahasan mendalam mengenai persiapan deklarasi 10 November 2026, perumusan kesepakatan dan komitmen bersama, hingga penutup dan foto bersama pada pukul 18.00 WIB.

Kegiatan ini dipimpin oleh kepanitiaan dan tim inti perjuangan yang telah terbentuk. Chandra Abdul Gani, SH menjabat sebagai Ketua Panitia pelaksana. Sementara itu, Datuk Maulana memegang posisi sebagai Ketua Pejuang DOB Riau Pesisir, dan Abdul Rahim, SE bertindak sebagai Sekretaris Pejuang.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat yang turut mendukung dan hadir dalam perjuangan ini antara lain: Darwis, Afrianto Kurniawan, SH, Drs. H. Zulkifli, M.Si, Datuk Maulana, H. Harizal, SH, Ahmad Maritulus, SE, serta Abdul Rahim. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan adanya dukungan lintas elemen masyarakat terhadap aspirasi pembentukan provinsi baru.

Puncak pembahasan dalam Rapat Akbar hari ini tertuju pada kesiapan pelaksanaan Deklarasi Provinsi Riau Pesisir yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai. Lokasi ini dipilih sebagai simbol keterbukaan dan kedekatan perjuangan dengan masyarakat luas.

Dalam pembahasan disepakati bahwa deklarasi akan menjadi momen penyampaian aspirasi secara terbuka dan damai. Acara direncanakan akan dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari berbagai daerah, tokoh adat, tokoh agama, elemen pemuda, serta organisasi kemasyarakatan. Rangkaian acara akan diawali dengan penyambutan, pembacaan naskah deklarasi, hingga penyampaian pernyataan sikap bersama yang mencerminkan keinginan masyarakat secara kolektif.

Seluruh persiapan teknis, keamanan, ketertiban, serta partisipasi masyarakat sedang dimatangkan. Panitia mengimbau agar dukungan yang diberikan masyarakat tetap dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Wilayah pesisir Riau dikenal memiliki beragam potensi yang belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Sektor kelautan dan perikanan menawarkan peluang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan telah menjadi tumpuan hidup sebagian besar penduduk. Potensi perdagangan dan industri, serta keberadaan pelabuhan dan konektivitas maritim yang strategis, menjadikan wilayah ini memiliki posisi penting dalam peta ekonomi regional.

Selain itu, kekayaan pariwisata dan budaya Melayu yang khas, serta tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka harapan bahwa dengan tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dan terfokus, potensi-potensi ini dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Perlu ditegaskan bahwa berbagai potensi yang dikemukakan di atas merupakan gambaran umum berdasarkan karakteristik wilayah dan belum merupakan hasil kajian resmi maupun laporan teknis pemerintah.

Salah satu penekanan dalam Rapat Akbar hari ini adalah pentingnya partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Dukungan tidak hanya diharapkan dari tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka adat, tetapi juga dari tokoh agama, kaum muda, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan. Semakin luas dan kokoh dukungan masyarakat, semakin kuat pula aspirasi ini diperjuangkan di tingkat selanjutnya.

Pesan yang disampaikan berulang kali dalam pertemuan ini adalah: perjuangan ini milik seluruh masyarakat, bukan milik sekelompok orang atau golongan. Kesatuan, kedewasaan, dan ketertiban dalam menyampaikan aspirasi menjadi kunci utama agar langkah ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak.

Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia Chandra Abdul Gani, SH menyampaikan bahwa Rapat Akbar hari ini menjadi bukti nyata kebersamaan yang telah terbangun. Ia menekankan pentingnya kesinambungan persiapan menuju hari deklarasi agar acara berjalan dengan tertib, aman, dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua Pejuang Datuk Maulana menyatakan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir akan terus dijalankan dengan semangat kebersamaan dan melalui jalur yang konstitusional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan tidak mudah terpecah, karena perjuangan besar membutuhkan persatuan yang besar pula.

Sekretaris Pejuang Abdul Rahim, SE menjelaskan bahwa koordinasi antardaerah akan terus diperkuat. Ia berharap informasi terkait tahapan perjuangan dapat tersampaikan dengan baik dan akurat kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Perwakilan tokoh masyarakat turut menyampaikan dukungannya, sekaligus mengingatkan agar perjuangan ini senantiasa dijaga dengan niat tulus demi kepentingan masyarakat luas. Perwakilan masyarakat pendukung juga menyampaikan harapannya agar aspirasi ini dapat didengar dan ditindaklanjuti dengan baik oleh pihak-pihak berwenang di masa mendatang.

Perlu dipahami bersama bahwa pembentukan Daerah Otonomi Baru merupakan proses yang memerlukan tahapan, kajian yang mendalam, serta proses hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Perjuangan yang dilakukan saat ini adalah langkah awal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Segala proses selanjutnya akan tetap mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku di negara kita.

Perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir merupakan aspirasi masyarakat yang perlu diperjuangkan melalui persatuan, komunikasi yang terbuka, kajian yang komprehensif, serta mekanisme konstitusional sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semoga langkah ini diridhoi dan dimudahkan untuk kesejahteraan kita bersama.

Relis : Irham

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *