SIDIKALANG, Dairi.Sumut- Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga Senin 23/06/25 hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Pekan Ketiga Bulan Juni 2025, Giat tersebut dipimpin oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dan diikuti secara luring oleh perwakilan kementerian, Lembaga dan juga badan terkait, Serta secara daring oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah [TPID] dari semua pemerintah daerah se-Indonesia.
Dalam arahannya, Tomsi menyampaikan bahwa nilai inflasi nasional hingga pekan ketiga 2025 masih dalam kondisi aman dan terkendali, yakni berada di angka 1,19 %, Khususnya harga berbagai komoditas bahan pangan menunjukkan tren penurunan, Namun Komoditas yang sebelumnya berada diatas Harga Eceran Tertinggi atau Harga Acuan Pemerintah kini mulai mendekati batas harga normal.
Terjadinya penurunan harga harga komoditas pokok mendekati ambang batas harga normal ini sangat begitu berdampak positif terhadap daya beli masyarakat, Dari tinjauan inflasi dan Indek Perkembangan harga memasuki pekan ketiga juni 2025 (pertengahan tahun), bahwa Inflasi Year to Date dari Juni 2020 = 1,09 %, Juni 2021 =0.74 % , Juni 2022 = 3.19 %, Juni 2024= 1.24%, Juni 2024 = 1.07 %, Lalu Tahun 2025 per Bulan Mei 2025 adalah sebesar 1.19 %. Inflasi Year to Date [pertengahan 2025] dominan disumbangkan, makanan, minuman dan tembakau. Sedangkan Komoditas yang memiliki andil dominan menyumbang inflasi, 5 tahun terakhir adalah beras. Dan untuk 5 bulan terakhir dan cabe merah, emas, dan juga kopi bubuk memberikan andil inflasi paling tertinggi.

Untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) memasuki Pekan ketiga Bulan Juni 2025 menurut data SP2KP IPH tertinggi meliputi Kabupaten/Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan,Papua, Papua pegunungan. IPH tertinggi berada di Ogan ilir, Aceh utara, Aceh barat daya. Komoditi yang memegang andil menaikkan IPH di wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua dan juga Papua Pegunungan meliputi daging ayam ras, cabe rawit, daging sapi.
Sedangkan di Pulau jawa IPH tertinggi dipegang oleh Kabupaten Kota Wilayah Timur Pulau Jawa meliputi Lamongan dan lain sebagainya dipengaruhi komoditi beras, cabe rawit, bawang, merah, cabe merah. Untuk penurunan IPH yang memegang andil adalah komoditi beras yang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Sumba Tengah.
Mengingat dampak inflasi yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Maka diperlukan strategi menjaga stabilitas harga dan inflasi sesuai target nasional. Tomsi kembali mengingatkan semua pihak untuk terus aktif dalam upaya pengendalian inflasi, jangan pernah lengah dalam pengawasan atau terlena bagi daerah yang nilai inflasinya baik. Sebab kelalaian dapat mengakibatkan harga-harga naik signifikan. Apalagi untuk Kabupaten/Kota yang nilai inflasinya masih tinggi.
Turut hadir dalam rakor tersebut Asisten Perekonomian Suasta Ginting, Kepala Bappeda Noventa Bangun, Kepala Dinas Perindagkop Iwan Taruna Berutu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Tetty Situmorang. [M.Panjaitan]









