Tanjung balai L.i Lagi dan lagi Koalisi Tim Hanif turun kembali kelapangan. Kali ini, Tim Hanif bersama Honorer turun ke lapangan untuk menyuarakan aksi damai para tenaga honorer di kota tanjungbalai yang telah dirumahkan oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai. Aksi ini berlangsung di depan Gedung DPRD dan Kantor Walikota Tanjungbalai, kamis (17/7/25).
Para tenaga honorer di kota Tanjungbalai yang telah dirumahkan, saat ini menjadi polemic dikalangan masyarakat luas kan dikalangan honorer. Dimana, banyaknya tenaga honorer yg lulus menjadi P3K dan P3K paruh waktu diduga keras tidak sesuai aturan.
Hal ini disampaikan Hanif selaku ketua kordinator lapangan dalam orasinya agar membentuk Pansus untuk selidiki tenaga honorer yang lulus P3K dan P3K paruh waktu.
“Kami disini mendesak Ketua DPRD Kota Tanjungbalai segera memanggil semua honorer yang dirumahkan dari setiap instansi untuk melakukan pemeriksaan apakah terindikasi memberi upeti agar diterima menjadi honorer pada awalnya dan agar bisa lulus menjadi P3K dan P3K paruh waktu,”ungkapnya.
“Menjadi sebuah tanda tanya besar bagi kami, dimana para tenaga honorer yg ikut dalam aksi ini sudah belasan tahun berkerja, namun data mereka tiba-tiba hilang di dalam database tahun 2023, sedangkan tahun 2022 data mereka sudah terdaftar,” teriak Hanif.
Selanjutnya, dalam aksi tersebut di depan Gedung pagar DPRD Kota Tanjungbalai Rizky Simatupang selaku anggota Tim Hanif menyatakan dalam orasinya adanya permainan pemerintah Kota Tanjungbalai melalui instansi terkait untuk kepentingan pribadi keluarga dan golongan. Sedangkan tenaga honorer yang dirumahkan hanya dijanjikan menjadi tenaga kerja Outsourcing.
“Kami juga menduga keras, Outsourcing yang dilakukan di Tanjungbalai untuk memperkaya golongan dan pribadi, sebab jasa penyedia outsourcing pasti mencari keuntungan, dan tidak kemungkinan ini adalah ulah dari segelintir orang untuk mencari keuntungan dibalik kisruh tenaga honorer yang dirumahkan,” teriak Rizky. (Artika)









