Kertapati Diguncang: Bayi Tak Bernyawa Dibuang di Sampah, Publik Geram

PALEMBANG, LINGKARAN ISTANA — Warga di kawasan Simpang Kecong, tepat di depan Stasiun Kertapati, diguncang peristiwa memilukan yang mencoreng nurani kemanusiaan. Sesosok bayi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan mengenaskan di tumpukan sampah, Senin (30/3/2026).

 

Bacaan Lainnya

Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap saat seorang warga yang melintas mencium bau menyengat dari arah lokasi pembuangan sampah. Awalnya dikira bangkai hewan, namun rasa penasaran membawanya mendekat hingga akhirnya menemukan kenyataan yang jauh lebih mengerikan.

 

“Saya kira bangkai hewan, baunya menyengat sekali. Tapi pas dilihat lebih dekat, ternyata bayi. Saya langsung gemetar,” ungkap salah satu saksi mata dengan wajah pucat.

 

Informasi yang dihimpun dan dikutip dari media mitramabes.com, penemuan tersebut sontak memicu kehebohan di tengah masyarakat. Warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi, sebagian tidak mampu menyembunyikan emosi atas kejadian yang dinilai sangat tidak manusiawi itu.

 

Dalam waktu singkat, kabar ini menyebar luas hingga viral di berbagai platform media sosial. Foto dan video dari lokasi kejadian beredar, memantik gelombang kemarahan dan kesedihan publik yang mengecam keras tindakan keji tersebut.

 

Tak lama berselang, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang guna mengamankan area, sementara jasad bayi dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.

 

Kapolsek setempat menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan intensif. “Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi serta mencari petunjuk lain di sekitar lokasi. Kami akan berupaya maksimal untuk mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa ini,” tegasnya.

 

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak tentang pentingnya kepedulian sosial dan perlindungan terhadap anak. Desakan dari masyarakat terus menguat agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

 

Kasus ini bukan sekadar peristiwa kriminal, melainkan cermin suram lunturnya nilai kemanusiaan. Penegakan hukum yang tegas dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci agar tragedi serupa tidak lagi terulang di kemudian hari.

(Toni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *