Kisruh Dapur MBG Candirejo: Akses Diputus Mendadak, Operasional Lumpuh, Karyawan Tak Digaji — Penerima Manfaat Ikut Terdampak

 

Lampung Tengah.Lingkaran istana id.— Polemik serius terjadi dalam pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Candirejo, Lampung Tengah. Yayasan Penata Alam Bersama (PAB) diduga melakukan penggantian akun operasional “Macker” secara sepihak tanpa pemberitahuan kepada pihak mitra pengelola maupun investor. Akibatnya, dapur MBG Candirejo tidak dapat beroperasi sejak 6 April 2026.

Akun Macker diketahui merupakan akses utama dalam operasional dapur MBG, mulai dari pelaporan produksi, distribusi makanan, hingga administrasi kegiatan. Ketika akses tersebut tidak dapat digunakan, operasional dapur praktis terhenti.

Pengelola Dapur MBG Candirejo, Vitria Dwi Nurbaiti, menyampaikan bahwa sejak tanggal 6 April 2026 dirinya tidak lagi dapat mengakses akun operasional tersebut tanpa adanya pemberitahuan atau konfirmasi sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan dapur tidak dapat menjalankan kegiatan operasional sebagaimana mestinya.

Situasi semakin memanas setelah SPPI Dapur MBG Candirejo, Riski Wiliyan Tomi, juga disebut diberhentikan atau dicopot tanpa adanya pemberitahuan tertulis. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme koordinasi dan transparansi dalam pengelolaan dapur MBG tersebut.

Investor sekaligus pihak yang selama ini membantu mengoperasikan dapur, Ana Maria, menjelaskan kepada wartawan Bima Nusantara News bahwa dapur MBG Candirejo sebelumnya sempat tidak berjalan sebelum dirinya ikut terlibat.

“Sebelumnya Dapur MBG Candirejo sempat terlantar oleh pihak yayasan. Setelah ada pihak investor, dapur dapat berjalan sesuai juknis dan juklak dari BGN. Selama tiga bulan berjalan normal tanpa kendala,” ujar Ana Maria.

Namun, menurutnya, sejak akses akun Macker tidak lagi dapat digunakan, seluruh kegiatan dapur langsung terhenti. Kondisi ini berdampak langsung terhadap operasional serta keberlangsungan program yang sebelumnya berjalan normal.

Dampak paling terasa dirasakan oleh para karyawan dan relawan dapur. Sejak 6 April 2026, mereka mengaku belum menerima insentif atau gaji karena dapur tidak beroperasi. Sejumlah karyawan juga mengaku khawatir akan diberhentikan atau digantikan oleh tenaga baru.

“Kami berharap dapur ini bisa berjalan kembali. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga sumber penghidupan bagi warga sekitar,” ujar Wiwik widiyani salah satu karyawan dapur MBG Candirejo.

Dapur MBG Candirejo sebelumnya diketahui telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Kehadiran dapur tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi warga sekitar yang terlibat sebagai karyawan maupun relawan.

Tidak hanya itu, terhentinya operasional dapur juga berdampak kepada penerima manfaat program makan bergizi gratis di wilayah Candirejo. Distribusi makanan yang sebelumnya berjalan rutin kini terhenti, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan program tersebut.

Sejumlah pihak berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, sehingga dapur MBG Candirejo dapat kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Penata Alam Bersama (PAB) belum memberikan keterangan resmi terkait perubahan akses akun operasional maupun pemberhentian SPPI Dapur MBG Candirejo. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut.

Redaksi Bima Nusantara News membuka ruang hak jawab kepada Yayasan Penata Alam Bersama (PAB) untuk memberikan tanggapan atau klarifikasi atas pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan dan kode etik jurnalistik.

Persoalan ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat, mengingat yang terdampak bukan hanya pengelola dan karyawan, tetapi juga penerima manfaat program makan bergizi gratis serta keberlangsungan lapangan pekerjaan warga sekitar.

   (Suparudin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *