TEBO // Lingkaranistana. Id – Tensi politik pasca-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) biasanya diikuti dengan gelombang pergeseran jabatan di lingkungan birokrasi. Namun, pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah instansi pemerintahan daerah Kabupaten Tebo. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang santer diisukan menjadi “tim di balik layar” atau terafiliasi dengan paslon yg gugur, dilaporkan masih bisa tersenyum lebar.
Alih-alih terkena badai rotasi atau non-job, banyak di antara mereka yang hingga kini terpantau masih kokoh menduduki “kursi emas” alias jabatan-jabatan strategis dan basah di pemerintahan.
Berdasarkan pantauan media Lingkaran Istana di lapangan, euforia kemenangan atau kekalahan Pilkada tampaknya belum menyentuh zona nyaman para pejabat tersebut.
Kepastian posisi mereka memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
”Biasanya setelah pelantikan atau menjelang transisi, gerbong mutasi langsung bergerak cepat. Tapi kali ini, tim yg kalah masih sangat aman dan ter Senyum lebar seolah tidak ada dosa, kesalahan dan seperti nya katanya masyarakat tidak tahu dengan hal itu,karena fasilitas dan kewenangan besar masih ada di tangan,” ujar seorang sumber internal Tim yang menang yang enggan disebutkan namanya.
Beberapa faktor yang diduga menjadi alasan kuat mengapa para ASN ini masih mengamankan posisi elitnya antara lain: Beberapa ASN memegang posisi teknis krusial yang sulit digantikan dalam waktu singkat tanpa mengganggu pelayanan publik.
Hubungan birokrasi yang sudah mengakar bertahun-tahun membuat posisi mereka memiliki daya tawar tinggi.
Adanya pengawasan ketat dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) dan Bawaslu membuat kepala daerah terpilih tidak bisa sembarangan melakukan “bersih-bersih” tanpa prosedur legal yang jelas.
Meski kondisi ini membuat internal pendukung paslon yang menang bernapas lega, situasi ini tetap mendapat sorotan tajam. Publik dan aktivis ,media,mengingatkan agar fenomena “kursi emas” ini tidak mengorbankan asas profesionalisme ASN.
Bagaimanapun, senyum lebar para pejabat pasca-Pilkada ini menjadi bukti bahwa dinamika politik lokal tidak selalu linier dengan sapu bersih birokrasi.tapi.sayang nya oknum tersebut,, sudah jelas dukung yang kalah,masih dapat jabatan,malah terlihat angkuh dan sombong .seharus berterima kasih dengan pemimpin yang masih mempercayainya..
Bagi mereka yang berada di lingkaran emas dan masyarakat tenangnya ombak politik saat ini adalah berkah yang patut disyukuri—setidaknya untuk saat ini.
( Oeoes)










