Menelusuri Sejarah Lima Pahlawan Perang Sabil dari Tebo yang Gugur Menghadapi Belanda

Oplus_131072

TEBO, Lingkaran Istana Id — Sejarah lokal Kabupaten Tebo mencatat perlawanan gigih rakyat melawan penjajahan kolonial Belanda. Salah satu pertempuran yang paling bersejarah adalah Perang Sabil, pertempuran sengit yang pecah pada 17 Agustus 1903 di wilayah Dusun Pulau Puro,kec Tebo ulu kab tebo lokasi benteng pertahanan Belanda pada masa itu.

​Dalam pertempuran tersebut, lima pejuang setempat berdiri di garis depan membela tanah air. Berdasarkan kisah yang diwariskan secara turun-temurun, lebih dari 300 orang dari pihak Belanda gugur dalam pertempuran hebat tersebut.

Lima Sosok Pahlawan Perang Sabil

​Kelima pejuang yang mengikrarkan janji setia untuk bertempur hingga titik darah penghabisan tersebut adalah:

  • Datuk M. Arif bin H. Ishak
  • Datuk Niti bin H. Ishak
  • Datuk Kadir bin Abdullah
  • Datuk Latif bin Abdullah
  • Datuk Rahimudin bin Imam Abdullah

​Meski satu per satu dari mereka gugur, tak menyurutkan semangat pejuang lainnya untuk terus melancarkan perlawanan. Namun, karena kalah jumlah pasukan, kelima pahlawan tersebut akhirnya gugur di medan perang.

Asal-Usul Nama Perang Sabil dan Makam Tersembunyi

​Pertempuran ini dikenal sebagai Perang Sabil karena sepanjang perjalanan menuju benteng hingga peperangan berkecamuk, para pejuang senantiasa memekikkan kalimat “Sabilillah” sebagai simbol Kobaran semangat dan keteguhan iman.

​Kelima pahlawan tersebut kini dimakamkan di Dusun Pemuatan, Desa Bukit Pemuatan kec serai serumpun Keterikatan emosional dan asal-usul mereka yang berasal dari Dusun Pemuatan serta Desa Teluk Melintang menjadi alasan utama pemakaman dilakukan di wilayah tersebut.

​Uniknya, lokasi makam berada di area tersembunyi di belakang Dusun Pemuatan. Hal ini dilakukan para penduduk kala itu demi menghindarkan makam dari jangkauan dan perusakan pasukan Belanda yang gencar mengejar serta memeriksa para pejuang yang gugur.

​Kisah keberanian lima Pahlawan Perang Sabil ini menjadi bukti nyata perjuangan masyarakat Tebo yang patut terus dijaga, dilestarikan, dan dikenang oleh generasi penerus bangsa.(Hi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *