TEBO – LINGKARAN ISTANA ID – Warga dan tokoh masyarakat di Kecamatan Tebo Ulu—wilayah yang secara historis dikenal sebagai bumi Margo IX Koto—mengharapkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Tebo Ulu yang ketua nya adalah Stik Maksum dapat menginisiasi agenda kegiatan silaturahmi akbar tingkat kecamatan.
Forum bertatap muka ini dinilai sangat krusial untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menyelaraskan pemahaman tradisi di tengah keragaman pemakaian adat antar dusun dan desa.
Keberagaman tersebut selaras dengan seloko adat Melayu Jambi yang berbunyi, “Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang; lain desa lain pemakaiannya.” Kendati tiap desa memiliki tata cara dan kebiasaan yang berbeda, masyarakat menilai bahwa perbedaan tersebut merupakan kekayaan budaya yang harus dirawat dalam bingkai kebersamaan, sesuai filosofi “Kecil jangan diambok, besar jangan dilupakan, elok diikat dalam tali pilin tiga.”
Ajang silaturahmi ini dipandang sebagai momentum yang tepat untuk menyusun program kerja bersama. Kehadiran forum kecamatan ini juga menjadi jembatan silaturahmi agar pengurus LAM di tingkat desa dapat berkoordinasi langsung serta mengenal lebih dekat Ketua dan jajaran pengurus LAM Kecamatan Tebo Ulu.
Salah satu warga, Jupri Husnadi yang juga seorang aktivis senior di Kabupaten Tebo, mengusulkan agar ajang ini tidak hanya dihadiri para tetua adat, tetapi juga melibatkan generasi muda seperti tokoh pemuda dan pelajar. Pelibatan generasi muda dianggap krusial demi terjadinya regenerasi kepemimpinan adat, memperluas wawasan kebudayaan, serta memunculkan gagasan kegiatan yang inovatif. Hal ini sejalan dengan seloko, “Yang tua dihormati, yang muda disayangi, yang cermat dijadikan penuntun.”
M.Husni,Ketua Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, yang juga warga Tebo Ulu, ikut berkomentar juga , Melalui semangat “Serentak Galah Serengkuh Dayung”, masyarakat berharap silaturahmi ini dapat segera terwujud demi memperkokoh kekompakan pengurus LAM dan menjaga kelestarian adat Melayu di Tebo Ulu agar tak lapuk kena hujan, tak lekang kena panas dan masukan dari kami ini di dengar oleh semua kepengurusan LAM Tebo Ulu ,karena selama ini gaung atau LAM Tebo Ulu tak pernah terdengar oleh masyarakat keberadaannya ,sekali lagi kami katakan ,semoga di dengar oleh semua pengurus LAM Kecamatan Tebo Ulu, khusus nya Datuk Maksum sebagai ketua nya. Ucap Husni .(Hi)










